PATI – Suasana di Alun-alun Pati mendadak tegang pada Senin malam (8/9).
Hal itu terjadi ketika Ahmad Husein, mantan inisiator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mendatangi posko aksi yang terletak di depan Kantor Bupati Pati.
Husein yang sebelumnya dikenal sebagai motor penggerak AMPB, kini dianggap sebagai pengkhianat sebagian massa.
Sebab, ia menyatakan mundur dari gerakan usai bertemu langsung dengan Bupati Pati Sudewo. Bahkan, berbalik mendukung sang bupati.
Menurut Husein, tuntutan dan aspirasinya telah diakomodasi.
Ia juga menuding, bahwa gerakan AMPB saat ini tidak lagi murni, melainkan ditunggangi kepentingan politik.
Sekitar pukul 23.00 kemarin malam, Husein tiba di Alun-alun Pati menggunakan mobil Ayla berwarna abu-abu. Dia lalu turun dari kursi penumpang depan.
Kehadiran pria yang sering bertopi di balik ini, langsung disambut Koordinator AMPB Supriyono alias Botok.
Dia mendekatinya sambil merekam dengan kamera ponsel. Botok sempat menuduh Husein dalam keadaan mabuk. Namun, hal itu dibantah oleh Husein.
Tidak lama kemudian, anggota AMPB lain berdatangan dan mengepung Husein. Mereka meneriaki Husein sebagai pengkhianat sekaligus penjilat bupati.
Bahkan, ada yang menantangnya berkelahi. Namun, beberapa orang mencoba menahan, agar situasi tidak melebar.
Khawatir hal itu justru menjadi provokasi yang bisa menyeret warga ke persoalan hukum.
Husein akhirnya kembali masuk ke mobilnya yang dikemudikan rekannya.
Namun, ketika melintas di depan Kantor Bupati Pati sisi utara alun-alun, mobil tersebut tiba-tiba mogok.
Puluhan hingga ratusan warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengerumuni mobil itu, sambil berteriak dan memaki Husein yang berada di dalam mobil.
Situasi yang semakin memanas membuat aparat kepolisian turun tangan.
Polisi mengevakuasi Husein dan mobilnya dengan cara mendorong kendaraan ke halaman Pendapa Kabupaten Pati.
”Kami menerima laporan ada kerumunan warga dan teriakan yang membuat suasana gaduh. Mobil yang ditumpangi Husein mogok, sehingga kami amankan orangnya sekaligus kendaraannya. Setelah itu situasi kembali kondusif,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Heri Dwi Utomo kemarin malam di lokasi kejadian.
Meski demikian, Koordinator AMPB Botok tetap bersikeras bahwa Husein datang dalam kondisi mabuk.
Ia mengaku mencium bau alkohol dari mulut Husein.
”Dia bahkan sempat bilang bertanggung jawab atas kondusivitas Pati, tapi ucapannya itu disampaikan dalam keadaan mabuk,” ungkapnya.
Botok menegaskan, pihaknya sebenarnya tidak menginginkan keributan.
Ia mengaku sudah berupaya menenangkan massa, agar tidak bertindak anarkis.
Namun, amarah warga yang spontan meledak membuat situasi tak terkendali hingga akhirnya aparat kepolisian harus turun tangan untuk mengamankan keadaan.
Setelah itu, anggota AMPB menulisi ”Husein Penghianat” di aspal depan gerbang kantor bupati. (adr/lin)
Editor : Abdul Rochim