Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 Terlihat di Surabaya

Abdul Rochim • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:12 WIB

Ilustrasi Gerhana Bulan Total. (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)

SURABAYA – Masyarakat Surabaya berkesempatan menyaksikan fenomena langit langka berupa Gerhana Bulan Total pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Informasi resmi mengenai tahapan dan waktu kejadian telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk waktu pengamatan untuk wilayah Jawa Timur.

Gerhana Bulan Total sering dijuluki blood moon karena saat fase puncak, warna Bulan berubah menjadi kemerahan.

Peristiwa ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang sepenuhnya.

Akibatnya, Bulan masuk ke bayangan inti Bumi (umbra) dan tampak meredup hingga berwarna merah tembaga.

Fenomena ini aman disaksikan secara langsung tanpa alat pelindung mata, berbeda dengan gerhana Matahari.

Jadwal Gerhana 3 Maret 2026

Berikut tahapan waktu berdasarkan data BMKG (WIB dan konversi WITA):

Bagi warga Surabaya yang berada di zona WITA, fase totalitas dapat diamati sekitar pukul 19.03–20.03 WITA, dengan puncak gerhana pada 19.33 WITA.

Tips Mengamati Gerhana

Agar pengamatan lebih maksimal, disarankan memilih lokasi dengan pandangan luas ke arah timur hingga tenggara. Hindari area dengan polusi cahaya tinggi atau awan tebal. Meski tak wajib, penggunaan binokular atau teleskop dapat memperjelas detail permukaan Bulan selama totalitas.

Mengapa Bulan Berwarna Merah?

Warna kemerahan saat totalitas terjadi akibat pembiasan dan hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang mampu menembus bayangan Bumi dan tetap mencapai permukaan Bulan.

BMKG juga mencatat, seluruh fase gerhana dapat diamati dari sebagian besar wilayah Indonesia, meski visibilitas awal fase penumbra dan sebagian bergantung pada posisi Bulan saat terbit di tiap daerah.

Gerhana ini bukan hanya peristiwa astronomi yang memukau, tetapi juga menjadi momen edukasi publik tentang dinamika tata surya dan keteraturan pergerakan benda langit.

Editor : Abdul Rochim
#surabaya #gerhana bulan total