Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Olahan Sari Buah Kawis Khas Rembang  “Java Cola”  Kini Kian Variatif, Ini Variannya

Abdul Rochim • Sabtu, 13 Desember 2025 | 02:46 WIB

 

BERVARIATIF: Berbagai produk olahan buah kawis khas Rembang.   
BERVARIATIF: Berbagai produk olahan buah kawis khas Rembang.  

BERWISATA ke Kabupaten Rembang rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang kuliner khas daerah ini.

Salah satu yang paling dikenal adalah minuman olahan buah kawis, yang kerap dijuluki Java Cola. Kini, produk UMKM berbahan dasar kawis semakin beragam, mulai dari sari buah hingga manisan.

Pemilik usaha oleh-oleh Paseco, Eni Yuliastuti, menjelaskan manisan kawis produksi mereka sudah tersedia.

Ia bahkan sempat mencoba membuat dodol kawis, namun belum dipasarkan karena belum mencapai kualitas yang diharapkan.

“Kami memproduksi manisan dan sari buah kawis dalam kemasan cup,” ujar Eni saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus di rumahnya, Desa Mondoteko, Rembang.

Menurutnya, olahan manisan kawis ditujukan untuk segmen anak-anak. Perpaduan rasa manis dan khas buah kawis menghasilkan sensasi kres saat digigit.

“Sudah empat tahun kami memproduksi manisan kawis. Rasa khas buahnya makin terasa saat dimakan,” tambahnya.

Manisan kawis banyak dibeli sebagai camilan, terutama untuk menemani waktu santai anak-anak di rumah.

Permintaan biasanya melonjak menjelang momen libur panjang atau hari raya keagamaan. Produk ini juga dipasarkan oleh sejumlah reseller di marketplace dan menerima pesanan setiap hari.

Harganya cukup terjangkau, yakni Rp10 ribu per 50 gram, dengan masa simpan hingga satu tahun pada suhu ruang.

“Komposisinya dari buah kawis, agar-agar, dan gula,” jelas Eni.

Tak berhenti di manisan, inovasi olahan kawis terus dikembangkan mengikuti selera pasar.

Salah satunya adalah bubble cao atau cincau berbahan dasar kawis. Produk ini telah dikemas dan siap dipasarkan menjelang hari raya 2026.

Rasa yang dihasilkan dinilai cocok untuk minuman segar khas Lebaran.

Menariknya, bubble cao sudah lolos kurasi di Bahrain, termasuk dalam bentuk sirup.

Produk ini dapat dikreasikan menjadi berbagai minuman, baik dicampur susu maupun disajikan dalam versi campuran lain untuk kebutuhan hotel.

“Saat ini kami sedang mencari cara agar kemasannya tidak mudah bocor. Idealnya menggunakan kaleng, bukan plastik,” kata Eni.

Produksi bubble cao kini terus digenjot untuk memenuhi permintaan menjelang hari raya.

Proses penyajiannya pun praktis dan bisa dibuat di rumah sebagai minuman pelepas dahaga. Harga paketnya hanya Rp20 ribu, dan ke depan akan tersedia versi yang lebih murah.

Selain di marketplace, produk-produk UMKM Paseco juga tersedia di pusat oleh-oleh, Rumah BUMN, dan Lumba-Lumba di Kecamatan Rembang Kota.

“Insyaallah setiap Sabtu dan Minggu kami hadir di Alun-Alun Rembang menggunakan mobil. Semua produk kami tampilkan di sana.

Ke depan kami fokus pada produksi, memperkuat reseller, dan menjaga kualitas,” pungkas Eni. (noe/him)

Editor : Abdul Rochim
#produk olahan buah kawis khas Rembang #rembang #Buah kawis