Skandal Sadap HP Prabowo Melebar, Genk Solo Diduga Punya Kaitan


RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kasus dugaan penyadapan nomor telepon Presiden RI Prabowo Subianto terus menjadi perhatian publik.
Setelah menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan adanya keterkaitan kelompok yang dikenal dengan sebutan Genk Solo.
Namun, dugaan hubungan tersebut masih membutuhkan pembuktian dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Istilah Genk Solo selama ini kerap digunakan dalam perbincangan politik untuk menyebut lingkaran sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Kemunculan istilah tersebut dalam pembahasan kasus penyadapan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan antarkelompok dan dinamika kekuasaan di lingkaran pemerintahan.
Perhatian terhadap dugaan tersebut tidak lepas dari posisi sejumlah tokoh yang pernah berada dalam lingkaran pemerintahan sebelumnya.
Pergantian kepemimpinan nasional dari Jokowi kepada Prabowo juga membuat hubungan politik antara berbagai kelompok menjadi sorotan.
Meski demikian, kedekatan politik maupun hubungan personal tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan keterlibatan seseorang dalam perkara pidana.
Di sisi lain, kasus dugaan penyadapan sendiri menyangkut persoalan serius. Sistem Lawful Interception Management System (LIMS) diduga digunakan untuk memantau sejumlah nomor telepon tanpa melalui prosedur yang semestinya.
Salah satu nomor yang disebut menjadi sasaran adalah milik Presiden Prabowo Subianto.


