WASPADA! BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust Selat Sunda M8,9

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi maraknya kekhawatiran publik terkait potensi gempa megathrust Selat Sunda ber-magnitudo maksimum 8,9.
BMKG menegaskan bahwa besaran potensi tersebut murni hasil pemodelan ilmiah, bukan prediksi bahaya yang akan terjadi dalam waktu dekat.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau masyarakat agar tidak melabeli analisis potensi ini sebagai sebuah peringatan dini.
"Hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memprediksi gempa secara tepat, baik kapan, di mana, maupun berapa kekuatannya. Informasi potensi ini jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat," tegas Daryono.
Parameter Potensi & Hasil Simulasi Tsunami
Berdasarkan pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia, segmen Megathrust Jawa Bagian Barat memiliki panjang sekitar 670 kilometer dengan magnitudo maksimum M8,9.
Simulasi kebencanaan yang dirilis Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma, menggambarkan estimasi dampak jika skenario terburuk terjadi:
Zona Selat Sunda (Banten & Lampung): Mengalami paparan risiko paling tinggi dengan perkiraan tinggi gelombang tsunami mencapai 3 hingga 15 meter.
Pesisir Selatan Jawa: Berpotensi diterjang gelombang hingga ketinggian 20 meter.
Pesisir Utara Jakarta: Tsunami diperkirakan tiba dalam waktu 2,5 jam usai guncangan, dengan estimasi tinggi gelombang 1 hingga 1,8 meter.



