Tips Menanam Cabai di Lahan Sempit Pakai Bibit yang Dijual di Pasar

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Menanam cabai di pekarangan rumah dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus menghemat pengeluaran.
Cara budidayanya pun tidak selalu harus dimulai dari benih, sebab masyarakat bisa menggunakan bibit siap tanam yang tersedia di pasar tradisional maupun toko pertanian.
Bibit yang sudah tumbuh umumnya lebih praktis digunakan karena melewati tahap penyemaian. Dengan pemilihan bibit berkualitas dan perawatan yang tepat, tanaman cabai berpeluang tumbuh subur serta menghasilkan buah untuk kebutuhan sehari-hari.
Wiwin (55), seorang ibu rumah tangga, menjadi salah satu orang yang berhasil menanam cabai di halaman rumahnya menggunakan bibit yang dibeli di pasar. Ia membagikan sejumlah langkah penanaman hingga perawatan agar tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan panen melimpah.
1. Pilih Bibit Cabai yang Sehat
Langkah pertama adalah menentukan bibit yang sesuai dengan kebutuhan. Beragam jenis cabai tersedia di pasaran, mulai dari cabai rawit, cabai merah keriting, hingga cabai merah besar.
Wiwin memilih bibit dalam polybag kecil karena lebih mudah ditanam dan dirawat. Menurutnya, bibit tersebut biasanya dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per tanaman. Bibit kemudian dipindahkan ke lahan yang tanahnya telah digemburkan, termasuk area pekarangan rumah yang tidak terlalu luas.
Meski membutuhkan biaya lebih besar daripada menyemai benih sendiri, penggunaan bibit siap tanam dinilai lebih praktis. Agar peluang tumbuhnya tinggi, pilih tanaman dengan batang tegak, daun hijau segar, serta tidak menunjukkan gejala serangan hama atau penyakit.
Bibit dengan tinggi sekitar 10–15 sentimeter dan memiliki sedikitnya empat hingga enam helai daun sejati dapat menjadi pilihan untuk ditanam.
2. Siapkan Media Tanam yang Subur
Setelah bibit tersedia, tahap berikutnya ialah menyiapkan media tanam yang gembur dan kaya unsur hara. Campurkan tanah kebun, kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, serta sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.
Buat lubang tanam sesuai ukuran akar, kemudian masukkan bibit secara hati-hati. Tutup kembali menggunakan media tanam dan padatkan secukupnya agar tanaman dapat berdiri kokoh.



