Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Konflik Timteng Memanas, Persiapan Haji di Kudus Tetap Jalan

Abdul Rochim • Selasa, 10 Maret 2026 | 19:07 WIB

Calon jamaah haji praktik haji di Kudus.
Calon jamaah haji praktik haji di Kudus.

KUDUS – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah belum berdampak pada persiapan pemberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Kudus.

Hingga kini, seluruh tahapan masih berjalan normal sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus Masruroch mengatakan, pihaknya belum menerima instruksi terkait kemungkinan perubahan jadwal atau penundaan keberangkatan haji tahun 2026.

Karena itu, proses persiapan masih dilakukan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Untuk jamaah haji sampai sekarang belum ada imbauan apapun terkait situasi di Timur Tengah. Saat ini masih tahap persiapan keberangkatan,” ujarnya.

Masruroch menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan kebijakan penyelenggaraan haji.

Seluruh keputusan berada di tangan pemerintah pusat, sementara daerah hanya menjalankan persiapan teknis sesuai arahan.

Hal itu juga menanggapi wacana dari DPR RI yang mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penundaan keberangkatan haji karena meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Namun hingga kini belum ada kebijakan resmi terkait usulan tersebut.

“Dampak konflik terhadap pelaksanaan haji belum bisa dipastikan karena belum ada arahan dari pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, konflik di Timur Tengah sempat memengaruhi perjalanan umrah.

Beberapa jamaah asal Kudus sempat tertahan di Makkah dan tidak dapat pulang sesuai jadwal.

Namun berdasarkan informasi dari salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), seluruh jamaah yang tertahan kini telah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Pada musim haji tahun 2026, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang dijadwalkan berangkat tercatat sebanyak 1.199 orang.

Selain itu, terdapat empat orang pembimbing ibadah dari KBIH yang akan mendampingi para jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Total jamaah yang akan diberangkatkan mencapai 1.203 orang. Mereka nantinya akan dibagi ke dalam lima kelompok terbang atau kloter.

Kelima kloter tersebut yakni kloter 40, 41, 42, 43, dan 44. Para jemaah dijadwalkan mulai masuk ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada 4 hingga 6 Mei 2026 sebelum diberangkatkan menuju Arab Saudi. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#persiapan haji #kudus #konflik timur tengah #haji