Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tradisi Dandangan di Kudus Resmi Dimulai, Perputaran Ekonomi Dibidik Capai Rp 17 Miliar

Abdul Rochim • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:56 WIB
RESMIKAN DANDANGAN: Wabup Kudus Bellinda bersama Ketua TP PKK Kudus dan jajarannya foto bersama orang-orang yang cosplay hantu.(DINAS KOMINFO UNTUK RADAR PATI)
RESMIKAN DANDANGAN: Wabup Kudus Bellinda bersama Ketua TP PKK Kudus dan jajarannya foto bersama orang-orang yang cosplay hantu.(DINAS KOMINFO UNTUK RADAR PATI)

KUDUS — Suasana Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mulai dipadati warga.

Tradisi Dandangan 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton melalui pemukulan bedug, Senin (9/2/2026).

Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Ketua TP PKK Kudus, serta berbagai komunitas yang turut memeriahkan acara, termasuk peserta cosplay yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Tahun ini, lebih dari 1.000 pedagang ambil bagian dalam tradisi menyambut bulan suci Ramadan tersebut.

Sebanyak 527 stan resmi berjajar di sepanjang Jalan Sunan Kudus, sementara ratusan pedagang kaki lima turut meramaikan kawasan sekitar alun-alun.

Wabup Bellinda menegaskan bahwa Dandangan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah kuat sejak era Sunan Kudus.

Selain itu, tradisi ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara nyata.

“Dandangan adalah budaya luhur yang terus kami jaga. Di sisi lain, ini menjadi ruang tumbuh ekonomi rakyat dan bukti kehadiran pemerintah dalam mendukung pelaku usaha lokal,” ujar Bellinda.

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Dandangan sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Kudus Sehat, Harmoni, dan Taqwa.

Bellinda mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Kami sudah menyiapkan tempat sampah di 20 titik. Harapannya, acara berjalan lancar, tertib, dan nyaman untuk semua,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa Tradisi Dandangan akan berlangsung selama 10 hari, hingga 18 Februari 2026.

Peserta berasal dari UMKM dan PKL, baik dari Kudus maupun luar daerah, dengan ragam produk mulai dari kuliner, fesyen, hingga aksesori.

Dari sisi ekonomi, Pemkab Kudus menargetkan perputaran uang selama Dandangan mencapai Rp 17 miliar.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencatatkan perputaran sekitar Rp 16,5 miliar.

“Melihat antusiasme masyarakat sejak hari pertama, kami optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan berpotensi melampaui,” kata Eko.

Untuk memastikan akurasi data, Dinas Perdagangan membentuk tim khusus yang akan memantau transaksi pedagang serta jumlah pengunjung selama penyelenggaraan berlangsung.

Optimisme pun menguat bahwa Tradisi Dandangan 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak signifikan perekonomian daerah. (san/him)

Editor : Abdul Rochim
#pedagang kaki lima (PKL) #dandangan kudus #sunan kudus #umkm