Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Korban Keracunan MBG Capai 450 Siswa, SPPG Purwosari Minta Maaf

Abdul Rochim • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:58 WIB
Sejumlah mobil ambulans siaga saat evakuasi siswa SMAN 2 Kudus ke rumah sakit, Kamis (29/1).
Sejumlah mobil ambulans siaga saat evakuasi siswa SMAN 2 Kudus ke rumah sakit, Kamis (29/1).

KUDUS — Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus pada Kamis (29/1/2026) mendapat tanggapan resmi dari penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan kesiapannya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa yang diduga berkaitan dengan menu MBG yang disalurkan ke sekolah.

“Atas nama SPPG Purwosari, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami siap bertanggung jawab dan menanggung seluruh kebutuhan pengobatan siswa yang terdampak,” kata Umam, Kamis (29/1/2026).

Umam menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan dan akan mengikuti seluruh proses penanganan hingga tuntas.

Termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Menu MBG yang menjadi perhatian dalam insiden ini adalah soto ayam yang disajikan pada Rabu (28/1/2026). Saat ini, sampel makanan telah diamankan dan tengah menjalani uji laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil resmi dari laboratorium. Apa pun hasilnya, kami siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara standar menu soto ayam yang disajikan telah disusun sesuai ketentuan gizi.

Satu porsi terdiri dari nasi putih, ayam suwir sebagai protein hewani, tempe goreng sebagai protein nabati, serta tauge dan seledri sebagai sumber serat.

Kuah soto disajikan terpisah dan dilengkapi buah kelengkeng.

Berdasarkan perhitungan gizi, menu tersebut mengandung energi sekitar 680 kilokalori dengan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang.

Namun di lapangan, sejumlah siswa mengaku merasakan kejanggalan pada salah satu komponen makanan, khususnya ayam suwir.

Beberapa siswa menyebut rasa ayam berbeda dari biasanya.

Salah satu siswa, Dwi Restu Saputra, mengatakan ayam yang ia konsumsi terasa tidak normal.

“Ayamnya rasanya aneh, seperti agak gosong,” tuturnya.

Karena ragu untuk menghabiskan, Dwi memberikan ayam tersebut kepada temannya.

Namun, temannya justru mengalami diare berat dan tidak bisa masuk sekolah keesokan harinya.

Dwi sendiri mengaku mengalami gangguan pencernaan sejak malam hari.

Ia menyebut harus bolak-balik ke kamar mandi hingga lima kali dan kondisinya belum sepenuhnya pulih keesokan paginya.

Pengakuan lain disampaikan Faiya Ilya. Ia membenarkan bahwa menu MBG yang diterima berupa soto ayam lengkap dengan lauk dan pelengkap.

“Kemarin dapat soto ayam, ada ayam suwir, seledri, tauge, tempe, sama nasi,” katanya.

Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah.

Hingga Kamis siang, data sementara mencatat sedikitnya 112 siswa harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kudus.

Untuk proses evakuasi, sekitar 50 unit ambulans dikerahkan.

Ambulans terlihat hilir mudik di sekitar SMAN 2 Kudus, membawa siswa ke RS Islam Sunan Kudus, RS Sarkies, RS Mardi Rahayu, hingga RS Kumala Siwi.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung memimpin koordinasi penanganan.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan jauh lebih besar dari mereka yang dirawat di rumah sakit.

“Yang masuk rumah sakit ada 112 siswa, tapi yang merasakan gejala diperkirakan mencapai sekitar 450 siswa,” ungkap Sam’ani.

Menurutnya, penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta di Kudus.

Pemerintah Kabupaten Kudus juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayahnya.

Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjamin keamanan program Makan Bergizi Gratis ke depan. (dik/gal/san/him)

Editor : Abdul Rochim
#Makan Bergizi Gratis #SPPG Purwosari Kudus #keracunan MBG di Kudus #SMAN 2 Kudus