Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Seorang Guru Ngaji di Kudus Ditembak Tetangga dengan Bedil Manuk, Masuk RS Karyadi, Terduga Pelaku Malah Ditahan di Musala

Abdul Rochim • Selasa, 6 Februari 2024 | 16:12 WIB
TEMPAT KEJADIAN: Rumah korban di RT 3/5 Desa Loram Kulon, Jati, Kudus.
TEMPAT KEJADIAN: Rumah korban di RT 3/5 Desa Loram Kulon, Jati, Kudus.

KUDUS, RADARPATI.ID - Nasib apes dialami warga RT 3 RW 5 Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Syakirul Muna. Dia mengalami penembakan dengan senapan angin (bedil manuk) oleh tetangganya sendiri Ahmad Marfian Setiawan, 25. 

Korban, Syakirul Muna, mengalami luka di telinga dan kepala. Untungnya, peristiwa itu tak sampai merenggut nyawa korban. 

Meski demikian, korban menginginkan pelaku segera diproses secara hukum. Pasalnya, hingga kini belum ada penindakan dari pihak kepolisian. 

Kejadian itu berlangsung Minggu 14 Januari lalu pada pukul 20.00. Suratno, 44, warga setempat, saksi, menceritakan, awal mulanya, dia dan korban sedang ngobrol di teras rumah. 

Saat itu, Fian (panggilan diduga pelaku) melintas di depan rumah korban. Saat itu Fian sedang persis di depan rumah korban. 

"Fian itu disapa oleh korban. Fian itu diomongi korban, kalau mbaknya puputan diminta ngabari. Biar korban bisa ikut hurmat puputan," kata Suratno. 

Selepas itu, terduga pelaku itu masuk ke rumahnya yang mana berimpitan dengan rumah korban.

Sesaat setelahnya terduga pelaku menembakkan peluru tepat ke kepala korban dari jarak dua meter. 

Korban dan saksi tak mengetahui, karena terduga melakukan dari tempat yang agak gelap.

Suratno menyaksikan korban mengerang kesakitan. 

"Korban mengira ada yang menghantam batu. Saya sempat tanya ke korban kenapa diajak njagong kok geluntang-geluntung," kata Suratno.

Saksi Suratno diminta untuk melihat kepala korban. Tak tahunya, darah mengucur dari kepala korban.

"Malah, Mas Fian itu ambil bendo (benda tajam) dan berniat membacok korban," jelas Suratno. 

 Lantas, orangtua terduga pelaku itu mencegah agar tak membacok korban. Korban untungnya masih sanggup melakukan perlawanan saat hendak dibacok.

"Korban saya antar ke RSUD Kudus. Sampai baju saya bersimbah darah. Saya juga sampai sekarang trauma bila mengingat kejadian itu. Sempat berhari-hari tak bisa tidur bahkan sering pusing," cerita Suratno. 

Korban pun dirujuk ke RS Karyadi Semarang. Korban dirawat mulai 17 hingga 22 Januari. Hingga kini masih merasa nyeri dan berdengung di telinga paska perawatan. 

"Kemarin habis kontrol di RS Karyadi Semarang," kata korban, Muna. 

Muna menginginkan terduga pelaku untuk segera diproses. Sebab pada 15 Januari istri korban sudah laporan ke Polsek Jati.

Namun menurutnya laporan itu tak ditindaklanjuti, dan tanpa surat bukti laporan..

Paska perawatan, korban pun laporan lagi ke Polsek pada 26 Januari. Dan oleh Polsek dikasih surat laporan. 

"Saya heran kenapa korban masih bebas hingga sekarang. Bahkan menurut anggota Polsek, terduga pelaku hanya ditahan di Musala Polsek setempat," terang Muna. 

Bahkan, kata dia, penahanan di musala itu hanya sehari. Lalu, terduga pelaku dibebaskan.

Saat ditanya kenapa tetangga tega menembaknya, Muna menceritakan terduga pelaku memilki dendam lama. 

"Menurut Fian, saya sering menggunjingnya. Saya sering ngobrol sama temen-temen sampai malam-malam. Kemudian sakit hati dan puncaknya saya ditembak," katanya.

Jawa Pos Radar Kudus mengonfirmasi pemeriksa Polsek Jati Wahyu mengaku sedang memproses kasus penembakan itu. Dia berupaya mendamaikan tapi hingga kini belum ada titik temu.

Wahyu mengaku baik korban maupun terduga pelaku sudah dipanggil. Barang bukti, bedil dan bendo sudah disita.

"Saya terus terang masih bingung. Antara korban dan terduga pelaku itu sudah ada perdamaian. Tapi kenapa korban melanjutkan proses tersebut," terang Anggota Polsek Jati, Wahyu. (him) 

Editor : Abdul Rochim
#kudus #polres #semarang #penembakan #kriminal #senapan angin #Terduga