
KUDUS – Seorang pelajar berusia 17 tahun menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok pemuda tak dikenal di Jalan Pati-Kudus, tepatnya di depan Soto Djatmi, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Minggu (1/11) sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban berinisial RM, warga Kecamatan Bae, mengalami luka bacok dan memar hingga harus menjalani rawat inap di RS Aisyiyah Kudus.
Peristiwa tersebut bermula ketika RM bersama temannya, A, keluar rumah untuk membeli bensin.
Saat melintas di lokasi kejadian, perjalanan mereka dipepet dua sepeda motor, yakni Honda Scoopy dari samping dan Honda PCX dari arah belakang.
Berdasarkan keterangan ayah korban, Sofia Rendra Hedianto, salah seorang pelaku sempat memukul RM menggunakan sandal saat masih berkendara.
Korban kemudian menghentikan sepeda motornya. Namun, sekelompok pemuda tersebut justru mengeroyoknya.
Dalam kejadian itu, salah seorang pelaku diduga menggunakan senjata tajam untuk membacok RM.
Karena kalah jumlah dan berusaha menyelamatkan diri, korban melarikan diri ke salah satu gang di sekitar lokasi.
Sementara itu, A bertahan di tempat kejadian untuk melindungi sepeda motor yang juga hendak diminta secara paksa oleh para pelaku.
Setelah kelompok tersebut meninggalkan lokasi, RM kembali ke tempat kejadian perkara (TKP).
A kemudian mengantarkan RM ke RS Aisyiyah Kudus untuk mendapatkan perawatan medis.
Setibanya di rumah sakit, A menghubungi orang tua korban, Sofia Rendra Hedianto dan Dwi Meileny.
Akibat kejadian tersebut, RM mengalami luka bacok di bagian atas pergelangan tangan kanan serta memar di punggung dan wajah.
A juga mengalami luka memar pada bagian wajah.
Pihak keluarga telah menindaklanjuti kejadian tersebut melalui jalur hukum. Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Jati melalui A.
Rendra berharap aparat keamanan memberikan perhatian terhadap aksi kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
Dia meminta kepolisian segera menindaklanjuti laporan, mengungkap identitas para pelaku, serta meningkatkan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami berharap ada pengawasan yang serius terhadap kasus kriminal di Kota Kudus. Masyarakat harus merasa aman ketika beraktivitas, termasuk saat keluar rumah pada malam hingga dini hari," harapnya.
Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Subkhan membenarkan adanya kejadian tersebut.
Dia menyatakan aduan dari pihak keluarga korban sedang diproses. (*)




