JEPARA — Kasus dugaan keracunan jamu ginseng oplosan di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, kembali memakan korban jiwa.
Hingga Selasa malam (10/2/2026), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi enam orang.
Kepastian tersebut disampaikan Kapolres Jepara melalui Kasi Humas AKP Dwi Prayitna.
Ia membenarkan adanya satu korban tambahan yang meninggal dunia pada Selasa malam, setelah sebelumnya tercatat lima korban.
“Benar, ada penambahan satu korban meninggal,” ujar AKP Dwi Prayitna saat dikonfirmasi, Selasa (10/2) malam.
Korban terbaru diketahui bernama Eko, yang merupakan pelayan di warung jamu ginseng tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, Eko disebut sebagai orang pertama yang mencicipi minuman jamu sebelum dijual kepada konsumen.
Minuman tersebut merupakan setoran dari wilayah Desa Bulungan yang diterima pada Sabtu sore (7/2).
Saat tiba di lokasi usaha milik R, warga Desa Suwawal Timur RT 3/RW 3, jamu tersebut sempat tercium aroma tidak lazim yang disebut-sebut menyerupai bau sabun.
Meski aroma terbilang janggal, Eko tetap mencoba jamu tersebut. Ia bahkan sempat menyampaikan bahwa rasanya terasa segar.
Setelah itu, jamu ginseng oplosan tersebut tetap diperjualbelikan kepada pelanggan dari sejumlah desa sekitar, termasuk Suwawal dan Bulungan.
Peristiwa dugaan keracunan ini diperkirakan bermula pada Sabtu malam (7/2), usai para korban mengonsumsi jamu ginseng tersebut.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan keesokan harinya, Minggu malam (8/2), dan berujung pada kematian secara beruntun sejak Senin hingga Selasa (9–10/2).
Korban pertama yang dilaporkan meninggal dunia adalah Nur Amin, warga Desa Suwawal Timur, pada Senin (9/2) sekitar pukul 08.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, Sholeh, yang juga warga setempat, meninggal pada pukul 13.00 WIB.
Rumah korban diketahui berjarak sekitar 50 meter dari lokasi warung jamu.
Korban ketiga, Dul Hadi, warga Desa Bulungan, meninggal pada Senin (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.
Selanjutnya, dua korban lain yakni Kupat dan Ary, warga Desa Suwawal, meninggal dunia pada Selasa pagi (10/2).
Jenazah Ary telah dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB.
Meninggalnya Eko kemudian menambah daftar korban menjadi enam orang yang diduga kuat terkait konsumsi jamu ginseng oplosan tersebut.
Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Jepara telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi usaha.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban serta mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. (fik/him)
Editor : Abdul Rochim