JEPARA - Sikap memaafkan bukan berarti menunjukkan sesorang itu lemah. Melainkan sebagai bentuk kebesaran jiwa dan kemampuan mengendalikan dendam dan amarah.
Itu yang disampaikan KH Ahmad Nasihin dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar Anggota DPR/MPR RI Gilang Dhielafararez di Rumah Aspirasi Sahabat Gilang, Jumat (25/4).
Meski menjelang akhir bulan Syawal, KH Ahmad Nasihin menyampaikan bahwa Syawal adalah bulan yang istimewa.
Di mana Allah memberikan kemenangan bagi hamba yang menunaikan kewajiban puasa di bulan Ramadan.
"Ampunan dan limpahan Rahmat diberikan kepada makhluk yang beriman dan bertaqwa. Allah saya pemurah dan pemaaf kalau kita mau bertaubat," tururnya.
Ia menambahkan, mestinya manusia yang tidak punya kekuatan apa-apa, malu kepada Allah ketika ada yang meminta maaf tapi tidak dimaafkan.
"Memberikan maaf bukan berarti lemah. Justru itu menunjukkan kebesaran jiwa sesorang yang mampu mengendalikan diri dan amarahnya," tegasnya.
Budaya saling memaafkan saat Lebaran di bulan Syawal ini, menurutnya hanya ada di Nusantara.
Sebuah kearifan lokal yang mencerminkan pengamalan empat pilar kebangsaan sekaligus ajaran Islam. (war)
Editor : Abdul Rochim