GROBOGAN- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengintensifkan perawatan jalur rel menjelang Angkutan Lebaran 2026. Di wilayah Grobogan, lintas Stasiun Gundih–Stasiun Gambringan menjadi titik prioritas pengawasan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pengawasan intensif ini bukan tanpa alasan. Jalur Gundih–Gambringan dinilai memiliki potensi gangguan cukup tinggi di beberapa titik, terutama terkait kondisi struktur tanah dan faktor cuaca.
Pada lintas ini dilakukan perawatan geometri jalur berupa pengukuran dan penyesuaian lebar rel, perbaikan elevasi dan kelurusan, serta stabilisasi menggunakan alat berat perawatan jalan rel guna memastikan kestabilan lintasan.
Selain itu, dilakukan penggantian bantalan rel yang retak atau rusak, penataan dan penambahan ballast (batu kricak), serta pemeriksaan detail konstruksi jembatan dan normalisasi drainase di titik rawan genangan.
Frekuensi patroli juga ditingkatkan, petugas siaga prasarana ditempatkan selama 24 jam di daerah pantauan khusus, serta alat pemantau tambahan dipasang untuk mempercepat deteksi dini apabila terjadi pergerakan tanah atau dampak cuaca ekstrem.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapan menghadapi lonjakan frekuensi perjalanan dan peningkatan jumlah pelanggan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Secara keseluruhan, wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang mencakup lintas jalur utara dan sebagian selatan Jawa Tengah dengan total panjang rel 677 kilometer yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Batas operasionalnya meliputi Stasiun Tegal di sisi barat, Stasiun Cepu di sisi timur, serta Stasiun Gundih di sisi selatan.
Untuk mendukung kesiapsiagaan di wilayah lainnya, KAI juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) berupa batu ballast, besi, kayu, dan bantalan beton di sejumlah titik strategis selain Gundih dan Gambringan, yakni Stasiun Pekalongan, Stasiun Brumbung, dan Stasiun Cepu.
Dengan intensifikasi perawatan ini, Daop 4 Semarang menargetkan tidak adanya gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selain pekerjaan teknis, tim tanggap darurat beserta peralatan pendukung juga disiapkan untuk merespons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Untuk mendukung kelancaran operasional, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di jalur rel serta disiplin saat melintas di perlintasan sebidang,” pungkas Luqman. (int)
Editor : Abdul Rochim