Gara-gara Judol, Bansos 500 KK di Gabus Grobogan Mendadak Berhenti

GROBOGAN – Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Gabus, Grobogan, mendadak tak lagi menerima bantuan sosial (bansos).
Pemutakhiran data menemukan sekitar 800 KK mengalami pergeseran desil, dengan 500 KK di antaranya terindikasi aktivitas judi online (judol) atau pinjaman online (pinjol) dalam jumlah besar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan, Indri Agus Velawati, mengatakan pergeseran desil terjadi setelah dilakukan pemadanan data dengan sejumlah indikator.
Di antaranya aktivitas keuangan yang dinilai cukup besar, termasuk indikasi judol, pinjol, hingga pengajuan kredit.
“Rata-rata yang mengalami pergeseran desil ini terindikasi judol atau pinjol, sama pengajuan kredit atau aliran dana yang besar,” ujar Indri, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, indikasi tersebut dapat terdeteksi ketika KPM maupun anggota keluarganya menggunakan aplikasi yang terindikasi judol atau pinjol.
Data penggunaan aplikasi tersebut terintegrasi dengan identitas kependudukan, termasuk KTP.
Indri menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian penerima bansos sebenarnya masih tergolong keluarga tidak mampu.
“Teman-teman PKH kadang menemukan itu, kasihan karena kondisi ekonominya tidak mampu, tetapi bansos-nya dipakai judol atau pinjol dari salah satu keluarga,” katanya.
Untuk KPM yang mengalami penghentian bantuan karena terindikasi judol, pemerintah menyediakan mekanisme Sanggah Judol.



