Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MENGESANKAN! Begini Perjalanan Sosok Sri Sumarni Kembali Pimpin PDIP Grobogan, ternyata Mantan Karyawan

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
Sri Sumarni, Ketua DPC PDIP Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
Sri Sumarni, Ketua DPC PDIP Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Sri Sumarni kembali dipercaya memegang kendali DPC PDI Perjuangan Kabupaten Grobogan.


Advertisement

Penunjukan ini menandai kali ketiganya memimpin struktur partai berlambang banteng tersebut di tingkat kabupaten.

Keputusan itu dibacakan dalam agenda Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang PDI Perjuangan se-Jawa Tengah yang digelar di Hotel Patra, Sabtu (27/12).

Kepercayaan partai bukan tanpa alasan.

Advertisement

Di bawah kepemimpinannya, suara PDIP di DPRD Grobogan melonjak signifikan.

Bahkan sempat mencapai 19 kursi pada periode 2019–2024, sebelum turun menjadi 17 kursi pada periode 2024–2029.

Bagi masyarakat Grobogan, Sri Sumarni bukan sosok asing. Ia pernah menjabat Bupati Grobogan selama dua periode, 2016–2021 dan 2021–2024.

Advertisement

Namun, perjalanan politiknya dimulai jauh sebelum itu, dari jalur legislatif dan struktur partai.

Karier politik Sri Sumarni berawal pada Pemilu 2004, ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Grobogan.

Kepercayaan publik kembali mengantarkannya duduk di kursi dewan pada periode kedua, 2009–2014, bahkan dengan raihan suara terbanyak.

Ia kemudian dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Ketua DPRD Grobogan pada 2012, sebelum menjabat Ketua DPRD definitif periode 2014–2016.

Di internal partai, rekam jejaknya juga panjang.

Ia pernah menjabat Plt Ketua DPC PDIP Grobogan periode 2013–2015, Ketua DPC periode 2015–2020, dan kembali menjabat pada periode 2020–2025.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan partai kembali berada di tangannya.

Sri Sumarni mengungkapkan, pilihannya berlabuh di PDIP tidak lepas dari latar belakang keluarga.

Meski sempat dilirik partai lain, ia mantap bergabung dengan PDIP setelah mendapatkan restu dari sang ibu.

Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Sri Sumarni dikenal sebagai sosok pekerja keras di sektor ekonomi kerakyatan.

Usai lulus SMA, ia bekerja sebagai kasir Koperasi Unit Desa (KUD) Pakis Aji sejak 1982.

Kariernya berlanjut menjadi manajer, hingga akhirnya terjun sebagai distributor pupuk dan komoditas pangan.

Pengalaman panjang di KUD inilah yang membuat namanya dikenal luas di masyarakat.

Ketika aktif di PDIP, ia memilih melepaskan seluruh aktivitas di KUD demi fokus menjalankan amanah partai.

“Kalau sudah masuk partai, harus fokus dan tegak lurus,” ujarnya.

Upaya Sri Sumarni menembus kursi eksekutif tidak selalu berjalan mulus.

Pada Pilkada 2011, ia harus mengakui keunggulan petahana dengan selisih suara tipis.

Namun kekalahan tersebut tak mematahkan langkahnya.

Lima tahun berselang, ia berhasil memenangkan Pilkada 2016 dan resmi menjabat Bupati Grobogan.

Pada periode kedua kepemimpinannya, ia terpilih kembali melalui mekanisme calon tunggal.

Seluruh partai di DPRD Grobogan saat itu sepakat mendukungnya, menyusul capaian pembangunan yang dinilai signifikan.

Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan fasilitas kesehatan, pasar, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kini, dengan kembali memimpin DPC PDIP Grobogan, Sri Sumarni menegaskan komitmennya untuk menguatkan kembali basis suara partai.

Targetnya jelas: mengembalikan perolehan kursi PDIP di DPRD Grobogan ke angka maksimal.

“Bupati dan Ketua DPRD saat ini dari PDIP. Ini modal kuat untuk mengonsolidasikan partai. Minimal kami ingin kembali ke 19 kursi, syukur bisa lebih,” tegasnya.

Dengan pengalaman panjang dari akar rumput hingga pucuk pemerintahan, Sri Sumarni kembali menata langkah, membawa PDIP Grobogan memasuki fase berikutnya. (Sirojul Munir/him)

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Perlu Adaptasi, Bupati Grobogan Minta Lima Pejabat Baru Langsung Tancap Gas

Tak Perlu Adaptasi, Bupati Grobogan Minta Lima Pejabat Baru Langsung Tancap Gas

GROBOGAN–  Bupati Grobogan Setyo Hadi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jumat (3/7/2026).  Lima pejabat yang dilantik yakni K

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Seluruh Usaha di Grobogan Bakal Didata

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Seluruh Usaha di Grobogan Bakal Didata

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Seluruh Usaha di Grobogan Bakal Didata

Sempat Dikeluhkan Karena Kerap Banjir, Drainase di Terminal Wirosari Akhirnya Diperbaiki

Sempat Dikeluhkan Karena Kerap Banjir, Drainase di Terminal Wirosari Akhirnya Diperbaiki

GROBOGAN – Persoalan banjir yang kerap terjadi di Terminal Tipe C Wirosari, Kabupaten Grobogan, mulai mendapat penanganan. Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 390 juta untuk pembanguna

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer