Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AMBYAR: Akibat Pinjol, Rumah Tangga Bubaran

G
Pinjaman online. (Freepik)
Pinjaman online. (Freepik)

RadarPati.ID - RASA marah menyelimuti wajah Joko (nama samaran). Ini sebabnya ia digugat oleh istrinya Sri (bukan nama sebenarnya).


Advertisement

Kisah bubarnya rumah tangga ini dikarenakan Sri menyalahgunakan kepercayaan dari suaminya tersebut.

Joko yang bekerja bagai kuda, tabungannya raib begitu saja atas tindakan istrinya yang terjebak Pinjol.

Joko bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari uang di Arab.

Advertisement

Gajinya cukup besar. Dia setiap gajian selalu mengirimkan uang hasil kerja kerasnnya itu kepada istrinya di rumah.

Hasil uang gajiannya itu, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari istrinya.

Selain itu, uang tabungan itu akan dipergunakan untuk membuka usaha di rumahnya.

Advertisement

Joko tak ingin selamannya bekerja di luar negeri. Ia ingin membuka usaha di rumah agar lebih dekat dengan keluarga.

Namun berjalannya waktu ia, pulang ke Indonesia. Dia merasa tabungannya sudah cukup untuk membuka usaha baru.

Ternyata jalan berkata lain. Harta benda yang selama ini ia kumpulkan telah terjual semuanya. Seperti mobil dan aset berharga lainnya.

Kondisi itu ternyata disalahgunakan oleh istrinya. Sri saat suaminya bekerja terlilit Pinjol.

Nominalnya cukup besar. Pasalnya Sri mengangap Pinjol tersebut tak dilunasi tidak masalah.

Ujungnya, ia harus menelan bunga pinjaman yang besar dan terbebani.

Akibat ulahnya itu, suaminya gagal membuka usaha. Joko kecewa atas sikap istrinya tersebut yang tidak bisa bersyukur.

Dengan berat hati, Joko akhirnya menggugat cerai istrinya tersebut.

Hatinya sudah tersakiti akibat ulah istrinya itu. Diduga uang kiriman suaminya itu untuk foya-foya dengan selingkuhan Sri. (gal/him)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Gara-gara Judol, Bansos 500 KK di Gabus Grobogan Mendadak Berhenti

Gara-gara Judol, Bansos 500 KK di Gabus Grobogan Mendadak Berhenti

GROBOGAN – Ratusan keluarga di Kecamatan Gabus, Grobogan, mendadak tak lagi menerima bantuan sosial (bansos). Pemutakhiran data menemukan sekitar 800 KK mengalami pergeseran desil, dengan 500 KK di antaranya terindikasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer