
BLORA – Sebagian area Terminal Tipe B Gagak Rimang, Kabupaten Blora, kini dimanfaatkan sebagai tempat parkir truk dan kendaraan lainnya.
Kebijakan ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan area terminal yang relatif lengang sekaligus menambah penerimaan retribusi daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah truk terparkir di bagian belakang terminal.
Kendaraan tersebut menempati area kosong sehingga tidak mengganggu aktivitas bus yang menggunakan sisi lain terminal.
Koordinator Terminal Tipe B Gagak Rimang, Supandi, mengatakan jumlah bus yang masuk ke terminal saat ini rata-rata hanya sekitar 10–15 kendaraan.
Kondisi tersebut membuat sebagian lahan tidak banyak digunakan untuk aktivitas angkutan umum.
Pemanfaatan area parkir itu mengacu pada regulasi Provinsi Jawa Tengah, yakni Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2023 juncto Pergub Jawa Tengah Nomor 35 Tahun 2024.
“Retribusi tersebut masuk ke Pemprov Jateng, sedangkan pihak terminal hanya menangani teknis di lapangan,” katanya.
Ketentuan tersebut memungkinkan area terminal digunakan untuk memarkir berbagai jenis kendaraan, mulai sepeda motor, mobil, hingga truk.
Tarif parkir sepeda motor ditetapkan Rp 2 ribu, mobil Rp 3 ribu, dan kendaraan roda empat lebih Rp 4 ribu.
Sementara itu, kendaraan yang menginap dikenai tarif Rp 20 ribu.
Menurut Supandi, truk hampir setiap hari memanfaatkan area tersebut untuk parkir. Jumlahnya berubah-ubah, tetapi rata-rata mencapai lima kendaraan per hari.
“Biasanya truk sumbu tiga. Kadang ramai, kadang sepi,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan angkutan umum, kendaraan berat ditempatkan di sisi timur terminal. Adapun sisi barat tetap digunakan untuk aktivitas bus.
Penataan ini dilakukan agar keberadaan truk yang parkir tidak menghambat pergerakan bus maupun kegiatan operasional terminal.
Supandi kembali menegaskan bahwa penerimaan dari retribusi parkir langsung masuk ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengelola terminal hanya menjalankan tugas teknis di lapangan.
“Retribusinya langsung ke Pemprov Jateng. Kami hanya teknis,” jelasnya. (*)




