Usai Dugaan Keracunan, 95 Dapur SPPG Blora Dipantau Tiap Bulan


BLORA — Pengawasan terhadap dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora diperketat setelah muncul kasus dugaan keracunan dan temuan penataan bahan makanan yang tidak sesuai di SPPG Sukorejo 2.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat pemeriksaan rutin.
Sebanyak 95 SPPG yang beroperasi di wilayah Blora menjadi sasaran Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) setiap bulan.
Kepala Dinkesda Blora Edy Widayat mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui puskesmas yang wilayah kerjanya mencakup lokasi SPPG.
Petugas kesehatan secara berkala mendatangi dapur untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan.
"Pemantauan itu tidak ada anggaran dari Badan Gizi Nasional. Kami juga berencana untuk melaksanakan sidak ke dapur-dapur yang punya catatan khusus," ujarnya.
Menurut Edy, IKL tidak hanya memeriksa kondisi fisik dapur.
Petugas juga melihat aspek keamanan pangan serta memastikan proses makanan sejak bahan baku hingga diterima penerima manfaat berjalan sesuai ketentuan.
Rantai makanan menjadi salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan.


