BLORA – Griya Keramik Balong di Desa Balong, Kecamatan Jepon, tak sekadar menjadi tempat produksi kerajinan keramik.
Lokasi tersebut juga berkembang menjadi sarana edukasi yang mengenalkan proses pembuatan gerabah dan keramik kepada pelajar hingga mahasiswa.
Ketua Pengelola Griya Keramik Balong, Susanto, mengatakan, berbagai kegiatan edukasi rutin digelar bagi peserta didik mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
Baca Juga: Barikan Kubro Karimunjawa Jepara Sedot Wisatawan, Turis Mancanegara Antusias Berkebaya
Mereka diajak mengenal proses pembuatan keramik secara langsung, mulai dari bahan baku hingga tahap akhir.
"Anak-anak biasanya kami ajari membuat celengan, cobek, hingga mewarnai hasil kerajinan seperti topeng dan vas bunga. Orang tua yang mendampingi juga bisa ikut belajar membuat kerajinan," ujarnya.
Menurut dia, peserta tidak hanya melihat proses pembuatan, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.
Bahkan, jika waktu memungkinkan, pengunjung dapat mengikuti seluruh tahapan produksi, mulai pengolahan tanah liat, pembentukan, pembakaran hingga proses finishing.
Selain menjadi tempat belajar, hasil karya yang dibuat di Griya Keramik Balong juga dipasarkan.
Produk yang dijual antara lain vas bunga, asbak, hingga berbagai model kerajinan sesuai pesanan pelanggan, baik secara langsung maupun melalui pemesanan daring.
Terkait ketersediaan bahan baku, Susanto mengaku kebutuhan tanah liat masih terpenuhi.
Sebagian bahan diambil dari wilayah persawahan di Desa Balong, sementara sisanya didatangkan dari luar daerah.
Menurutnya, kebutuhan bahan baku di Griya Keramik Balong tidak sebesar industri genteng sehingga pasokannya masih relatif aman.
Untuk mengikuti kegiatan edukasi, rombongan sekolah maupun kelompok masyarakat biasanya melakukan reservasi melalui WhatsApp sekitar sepekan sebelum kunjungan.
Hal itu dilakukan agar pengelola dapat menyiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan selama kegiatan.
Kunjungan paling ramai biasanya terjadi pada masa jeda pembelajaran di sekolah, seperti setelah ujian tengah semester.
Saat periode tersebut, banyak rombongan dari PAUD hingga SMA yang datang mengikuti kegiatan membatik dan membuat keramik.
Sementara pada masa libur sekolah, kunjungan pelajar cenderung menurun, meski masih ada paket kunjungan keluarga.
Griya Keramik Balong sendiri mulai dirintis pada 2013.
Adapun bangunan yang kini digunakan sebagai pusat edukasi dan produksi mulai berdiri pada 2017 dan hingga kini terus menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Kabupaten Blora. (tos)
Editor : Abdul Rochim