Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pesona Tersembunyi Air Terjun Kali Banteng, Surga Alam di Gebog yang Belum Tergarap!

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 1 November 2025 | 15:10 WIB
BUTUH SENTUHAN: Air terjun Kali Banteng butuh sentuhan lebih menarik untuk menarik para pengunjung.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
BUTUH SENTUHAN: Air terjun Kali Banteng butuh sentuhan lebih menarik untuk menarik para pengunjung.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)


PESONA air terjun kali banteng di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tampak memikat dengan kolam-kolam alami yang berundak dari atas ke bawah.

Sayangnya, keindahan itu belum tergarap maksimal akibat debit air yang menurun di musim kemarau dan belum adanya pengelola yang serius menata kawasan wisata tersebut.

Pantauan di lokasi, air terjun tampak mengalir lembut ke beberapa kolam kecil sebelum akhirnya berhenti di bagian bawah. Karena debit air yang sedikit, alirannya tidak sampai ke hilir.

Kondisi ini membuat pemandangan menjadi kurang maksimal, apalagi ditambah minimnya fasilitas penunjang di sekitar lokasi wisata.

Penjabat Kepala Desa Rahtawu, Sukono mengatakan air terjun sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata alam andalan desa.

Namun sejauh ini, pengelolaannya belum berjalan karena belum ditangani oleh pihak yang tepat.

“Kalau airnya banyak, visualnya lebih bagus. Tapi memang jumlah pengunjung masih sepi, paling hanya satu dua orang saja. Saat akhir pekan baru agak ramai,” ujarnya, Jumat (31/10).

Sukono menambahkan, pihak desa berencana menyerahkan pengelolaan wisata air terjun kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar bisa dikembangkan lebih serius.

Menurutnya, masih banyak potensi wisata di Rahtawu yang belum tergarap dengan baik.

“Rencananya nanti dikelola BUMDes. Kalau bisa dikembangkan, insyaallah jadi pendapatan desa juga. Target kami 2026 sudah bisa mulai dikelola,” tambahnya.

Sementara itu, Ngasirun, warga yang selama ini menjaga area air terjun, mengaku aktivitas wisata di kawasan tersebut praktis berhenti sejak 2021.

SEJUK: Pengunjung sedang menikmati sejuknya air terjun di Kali Banteng kemarin.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
SEJUK: Pengunjung sedang menikmati sejuknya air terjun di Kali Banteng kemarin.(ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

Ia hanya sesekali membersihkan area sekitar agar tetap terawat, meski belum ada pengunjung dalam jumlah besar.

“Sekarang belum ada pengelola serius. Saya hanya bantu bersih-bersih area air terjun. Masuknya gratis, pengunjung hanya bayar parkir. Harapannya nanti bisa hidup lagi dan ramai seperti dulu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah pengunjung yang masuk masih ada walaupun hanya sedikit.

"Pengunjung ya masih ada, paling ya satu-dua gitu. Tapi kalau weekend lebih banyak dibanding hari biasa," katanya.

Air Terjun Kalibanteng bukan satu-satunya potensi wisata di Rahtawu. Selain panorama pegunungan dan udara sejuk, wilayah ini juga memiliki beberapa air terjun lain yang belum tersentuh pengembangan.

Jika pengelolaan berjalan baik, bukan mustahil Rahtawu bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Kudus. (dik/ali)

Editor : Alfian Dani
#rahtawu #Pesona Jawa Tengah #wisata kudus #Air Terjun Kali Banteng #wisata alam kudus