MOHAMMAD Syafi`i menjabat sebagai Kepala Desa atau Petinggi Mantingan sejak 2019 lalu.
Ini merupakan periode pertamanya menjabat sebagai Petinggi Desa yang terkenal akan Masjid Mantingannya itu.
Meski baru pertama kali ini menjabat sebagai Petinggi Mantingan, sejumlah gebrakan dan inovasi dibuatnya.
Salah satunya yang baru saja diresmikan Penjabat (PJ) Bupati Jepara Edy Supriyanta akhir bulan lalu adalah Wisata Sawah Bengkok.
Itu merupakan area wisata kuliner yang dibangun di area persawahan milik desa atau akrab disebut bengkok desa. Lahan seluas sekitar 2 hektar itu disulap oleh Syafi`i menjadi pusat wisata kuliner.
Namun, dalam membuat inovasi itu, Syafi`i tidak mengurangi manfaat dan kegunaan sawah bengkok milik desa itu, melainkan hanya menambahkan beberapa gazebo dan sebuah bangunan joglo.
”Jadi tetap asli. Tetap bisa dimanfaatkan jadi areal pertanian. Ini di Jepara jadi satu-satunya bengkok yang dimanfaatkan tapi tidak merubah sawah. Baru di sini,” papar Syafi`i.
Alasan memanfaatkan areal persawahan milik desa menjadi kawasan wisata kuliner itu karena ia melihat potensi yang ditawarkan di area sawah milik desa itu cukup bagus.
Namun, saat itu hanya ada jalan usaha tani saja yang membelah area persawahan itu.
”Jalan usaha tani ini sudah ada sejak 2020. Tapi hanya jalan saja, eman-eman. Di tahun 2022, kami anggarkan untuk membuat gazebo,” imbuh Syafi`i.
Proses pembangunannya itu dilakukan bertahap.
Menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Dan akhirnya, kawasan wisata ini resmi dibuka akhir Agustus lalu.
”Tujuannya dibangun ini untuk meningkatkan UMKM di Desa Mantingan. Di sisi lain, ke depannya diharapkan bisa jadi penyumbang pendapatan asli desa,” ungkap Syafi`i.
Ia mengakui, meski desa cukup terkenal di masyarakat namun selama ini Mantingan belum memiliki PADes tetap.
Sebab itu, dengan hadirnya wisata yang biasa buka tiap akhir pekan tersebut bisa menjadi sumber penyumbang pendapatan desa.
Di periode pertamanya menjabat sebagai Petinggi Mantingan, Syafi`i juga telah sukses mengebut peningkatan infrastuktur desa terutama membangun kemudahan akses masyarakat.
Itu berupa pembangunan 3 jembatan yang tersebar di RT 4/RW 1, lalu di RT 3/RW 1, dan RT7/RW 2.
Alasannya membangun jembatan itu lantaran desa dengan jumlah penduduk sekitar 3.375 KK di lintasi beberapa aliran sungai.
Di beberapa lokasi, masyarakat masih harus memutar untuk bisa mengakses lokasi yang lain.
Sebab itu, Syafi`i mengupayakan terbangunnya beberapa jembatan di desa yang memiliki 29 RT dan 9 RW ini. (rom)
Editor : Abdul Rochim