RADARPATI.JAWAPOS.COM - Honda BeAT mencatatkan sejarah panjang sebagai salah satu pelopor yang membentuk lanskap sepeda motor matik di Indonesia.
Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 saat segmen skutik belum mendominasi pasar nasional, Honda BeAT hadir membawa formula dasar berupa kendaraan harian yang ringan, compact, efisien, dan memiliki banderol harga terjangkau.
Baca Juga: Suzuki GN 160 2027, Motor Retro Pesaing W175
Seiring berjalannya waktu selama hampir dua dekade, PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperbarui formula tersebut melalui lima generasi utama. Evolusi ini mencakup transisi teknologi bahan bakar dari karburator menuju injeksi PGM-FI, penyematan mesin eSP, penggunaan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), hingga rilis varian berkonsep stang telanjang melalui Honda BeAT Street.
Revisi dan Rekapitulasi Perjalanan Generasi Honda BeAT (2008–2026)
Generasi I (2008 – 2012 / Era Karburator):
Mengusung mesin 110 cc berpenyuplai bahan bakar karburator.
Menawarkan harga awal yang sangat terjangkau pada kisaran Rp 12 jutaan untuk wilayah Jakarta.
Menekankan kelincahan bodi dan kemudahan perawatan mekanis, meski membutuhkan penyetelan berkala pada karburator.
Generasi II (2012 / Era Injeksi PGM-FI):
Peralihan besar ke sistem suplai bahan bakar elektronik PGM-FI untuk efisiensi BBM yang lebih presisi.
Peningkatan fungsi kepraktisan berupa penambahan kapasitas bagasi di bawah jok menjadi 11,2 liter.
Generasi III (2014 / Era Teknologi eSP & Diversifikasi Varian):
Pengadopsian mesin 108,2 cc berteknologi eSP (enhanced Smart Power) dengan output tenaga 6,8 kW (9,1 PS) pada 7.500 rpm dan torsi 9,01 Nm pada 6.500 rpm.
Pembagian lini produk menjadi beberapa karakter visual seperti BeAT standar, BeAT POP, dan awal hadirnya BeAT Street.
Generasi IV (2020 / Era Rangka eSAF):
Peluncuran All New Honda BeAT dengan arsitektur sasis baru berteknologi eSAF (enhanced Smart Architecture Frame).
Penyematan mesin eSP 110 cc generasi baru yang dirancang lebih ringan untuk meningkatkan kelincahan (handling) di kemacetan lalu lintas.
Generasi V (Model 2026 / Penyegaran Modern):
Mempertahankan bobot bodi ringan (87–88 kg) dengan jarak terendah ke tanah (ground clearance) 148 mm dan tinggi jok 742 mm.
Mengusung mesin 109,5 cc PGM-FI yang menghasilkan tenaga 6,6 kW (9,0 PS) pada 7.500 rpm serta torsi puncak 9,2 Nm pada 6.000 rpm.
Spesifikasi Teknis & Dimensi Honda BeAT (Model 2026)
Kapasitas Mesin: 109,5 cc, 4-Langkah, SOHC, PGM-FI
Performa Mesin:
Tenaga Maksimum: 6,6 kW (9,0 PS) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum: 9,2 Nm / 6.000 rpm
Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 4,2 Liter
Dimensi Fisik:
Panjang x Lebar x Tinggi: 1.876 mm x 669 mm x 1.080 mm
Jarak Sumbu Roda: 1.255 mm
Height / Tinggi Tempat Duduk: 742 mm
Ground Clearance: 148 mm
Berat Kosong Kendaraan: 87 kg – 88 kg (bervariasi sesuai tipe)
Suspensi Depan: Teleskopik
Daftar Estimasi Harga OTR (Maret 2026)
Honda BeAT Tipe CBS: Rp 18,980,000
Honda BeAT Tipe Deluxe: Rp 19,851,000
Honda BeAT Tipe Street: Rp 19,851,000
Honda BeAT Tipe Deluxe Smart Key: Rp 20,381,000
(Catatan: Harga tertera berpatokan pada rilis AHM untuk wilayah Jakarta. Angka OTR dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan wilayah dealer serta kebijakan pajak setempat).
Analisis Keunggulan & Keterbatasan Produk
Kelebihan Utama:
Dimensi Compact & Ringan: Memudahkan manuver stop-and-go di kemacetan perkotaan serta praktis saat dipindahkan di area parkir sempit.
Efisiensi Bahan Bakar: Perpaduan bobot ringan dan teknologi injeksi PGM-FI menekan konsumsi BBM untuk penggunaan harian.
Kemudahan Pemeliharaan: Jaringan bengkel resmi yang luas serta ketersediaan suku cadang fast-moving (oli, busi, kampas rem, komponen CVT) yang melimpah di bengkel umum.
Kekurangan & Keterbatasan:
Kapasitas Performa Terbatas: Mesin 110 cc memiliki keterbatasan tenaga saat dipaksa berakselerasi di jalan tanjakan curam atau saat membawa beban boncengan yang berat.
Ergonomi Bodi Khusus: Proporsi bodi yang compact kurang cocok atau terasa kurang lega bagi pengemudi yang memiliki postur tubuh terlalu tinggi/besar.
Bukan Peruntukan Jarak Jauh: Karakter penyaluran tenaga dan dimensi bodi lebih dioptimalkan untuk mobilitas harian komuter ketimbang perjalanan touring antarkota kecepatan tinggi. (*)
Editor : Admin