
ROMA – Inter Milan menunjukkan daya juang saat menghadapi AS Roma dalam lanjutan kompetisi pada Sabtu (19/9/2026) malam WIB.
Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, Nerazzurri bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2 di Stadion Olimpico.
Manu Kone menjadi mimpi buruk Inter pada paruh pertama setelah mencetak dua gol.
Namun, kapten Inter Lautaro Martinez membalas pada babak kedua dengan mencetak brace yang mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Baca Juga: Performa Dua Klub Favorit Juara Serie A 2026/2027 : AS Roma dan Como Tiga Besar
Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengantongi tambahan satu poin.
Roma tetap berada di puncak klasemen dengan 13 poin, unggul selisih gol atas Inter yang berada di posisi kedua.
Roma langsung mengambil kendali pertandingan. Baru lima menit laga berjalan, Kone membuka keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut bermula dari umpan lambung Paulo Dybala dari sisi kanan.
Bola mengarah ke tiang jauh dan disundul Nahuel Molina menuju Kone.
Gelandang Roma itu kemudian melepaskan tembakan ke pojok atas gawang Josep Martinez.
Inter berusaha merespons, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih.
Kesempatan terbaik baru hadir pada menit ke-29 ketika Lautaro Martinez mencoba menyambut umpan silang Federico Dimarco.
Namun, tembakannya justru melambung meski berada dalam posisi cukup bebas di depan gawang.
Beberapa menit kemudian, Inter kembali mendapat peluang.
Alessandro Bastoni menusuk dari sisi kiri setelah menerima umpan tumit Curtis Jones. Sepakannya dari dalam kotak penalti masih membentur tiang.
Roma justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-37.
Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan silang di depan gawang dan mengarahkan bola ke pojok atas.
Gol tersebut sempat diperiksa karena dugaan offside. Setelah melihat VAR, wasit akhirnya mengesahkan gol Kone.
Roma menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Inter langsung memberikan respons setelah turun minum. Baru satu menit babak kedua berjalan, Lautaro memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Penyerang Argentina itu menyambar umpan tarik Marcus Thuram dari sisi kiri dengan kaki kiri. Bola meluncur ke gawang tanpa mampu dijangkau Mile Svilar.
Gol tersebut membuat Inter semakin agresif. Nerazzurri terus mencari gol penyama, sementara Roma berusaha mempertahankan keunggulan.
Roma hampir kembali menjauh pada menit ke-68. Donyell Malen mendapatkan ruang di depan gawang dan melepaskan tembakan.
Namun, Josep Martinez mampu melakukan penyelamatan menggunakan wajahnya.
Inter kemudian memperoleh peluang emas pada menit ke-79. Sundulan Thuram lebih dulu ditepis Svilar.
Bola muntah langsung disambar Lautaro, tetapi sepakannya hanya mengenai tiang.
Gol penyama akhirnya benar-benar datang semenit kemudian.
Bisseck menerima bola dari sisi kiri dan meneruskannya kepada Lautaro.
Sang kapten mengontrol bola dengan paha sebelum melepaskan tembakan ke pojok gawang Svilar.
Skor berubah menjadi 2-2.
Inter bahkan hampir membalikkan keadaan pada menit ke-88.
Thuram mendapatkan peluang melalui sontekan di depan gawang, tetapi bola justru melebar di sisi kanan.
Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Roma dan Inter harus puas berbagi satu poin setelah duel sengit di Olimpico.(*)