
KUDUS – Wajah baru Stadion Wergu Wetan Kabupaten Kudus tak hanya mengandalkan pembenahan fisik.
Fasilitas pendukung pertandingan juga disiapkan dengan spesifikasi teknis yang mengacu pada kebutuhan pertandingan sepak bola.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sistem pencahayaan lapangan.
Baca Juga: PSMS Medan Vs Persiku Kudus: Modal Pemain Asing dan Poin Minus Jadi Motivasi Macan Muria
Stadion ini akan menggunakan lampu Field of Play (FOP) yang dirancang menghasilkan penerangan merata sehingga pertandingan malam hari dapat berlangsung tanpa gangguan bayangan pemain.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Stadion Wergu Wetan, Eko Prasetyo, mengatakan sistem pencahayaan tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pemain ketika bertanding.
“Kalau misalkan ada pertandingan di malam hari tidak akan menimbulkan bayangan pemain. Nah, itu kami redusi supaya pemain lebih nyaman pada saat pertandingan nanti,” kata Eko.
Berdasarkan spesifikasi teknis proyek, area lapangan akan diterangi 120 unit flood LED.
Masing-masing lampu memiliki daya maksimal 1.500 watt dengan output minimal 200.000 lumen.
Lampu tersebut menggunakan temperatur warna 5.700K dan CRI 80.
Sistem juga dilengkapi lighting control untuk mengatur pencahayaan sesuai kebutuhan pertandingan.
Penerangan juga disiapkan untuk area tribun. Sebanyak 20 unit flood LED akan dipasang dengan daya maksimal 900 watt dan output minimal 100.000 lumen.
Selain pencahayaan, kapasitas penonton menjadi bagian penting dalam desain stadion.
Stadion Wergu Wetan nantinya mampu menampung hingga 8.116 orang yang tersebar di empat sisi tribun.
Tribun Barat menjadi area dengan fasilitas tempat duduk paling lengkap.
Terdapat 2.508 kursi reguler, 150 kursi VIP, 54 kursi VVIP, 54 kursi pers, serta 28 kursi bagi penyandang disabilitas.
Tribun Barat juga menyediakan 24 meja pers dengan kapasitas masing-masing dua orang.
Sementara Tribun Timur memiliki 2.430 kursi, sedangkan Tribun Utara dan Selatan masing-masing berkapasitas 1.434 kursi.
Eko menjelaskan, pembagian kategori tempat duduk tersebut bukan semata untuk membedakan fasilitas penonton.
Penataan itu juga berkaitan dengan pengaturan arus penonton dan pengelolaan tiket saat pertandingan.
“Ini menjaga supaya penonton nanti akan lebih tertib, kemudian juga pada saat ada pertandingan ini memudahkan dari pihak panitia pada saat penjualan tiket,” ujarnya.
Kursi reguler yang digunakan memiliki lebar sekitar 400 milimeter, tinggi sandaran 340 milimeter, dan kedalaman 430 milimeter. Jarak pemasangan antar-kursi sekitar 450 milimeter.
Sementara kursi VIP memiliki lebar sekitar 550 milimeter dengan lebar dudukan 490 milimeter.
Kedalamannya saat terbuka mencapai sekitar 610 milimeter dengan tinggi sandaran sekitar 475 milimeter. Kursi ini menggunakan sistem floor mounting.
Untuk kelas VVIP, kursi memiliki lebar as sandaran sekitar 560 milimeter dan dilengkapi cup holder.
Kedalaman saat terbuka mencapai sekitar 675 milimeter, dengan sudut kemiringan yang dapat diatur antara 16 hingga 20 derajat.
Fasilitas pertandingan juga dilengkapi scoreboard LED outdoor.
Papan skor berukuran 7,68 x 4,80 meter tersebut digunakan untuk menampilkan skor pertandingan dan didukung central controller serta software pengoperasian.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, pembenahan Stadion Wergu Wetan tidak hanya menyasar tampilan fisik.
Sistem pencahayaan, tempat duduk, papan skor, hingga pengaturan area penonton turut dipersiapkan untuk mendukung penggunaan stadion dalam pertandingan sepak bola. (gal)