Persija vs Persib di GBK: Duel Fleksibilitas Shin Tae-yong dan Struktur Igor Tolic

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:29 WIB
Persija Jakarta vs Persib Bandung. (AI/ABD ROCHIM)
Persija Jakarta vs Persib Bandung. (AI/ABD ROCHIM)

RADARPATI.JAWAPOS.COM – Rivalitas klasik Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali tersaji di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (12/9/2026). Kedua tim sama-sama membawa modal tiga poin dari laga pembuka Super League 2026/2027.

Karena itu, duel pekan kedua ini bukan sekadar pertarungan gengsi. Laga juga menjadi adu strategi antara dua pelatih dengan pendekatan berbeda.

Persija mengawali musim dengan kemenangan 1-0 atas Borneo FC di Samarinda. Gol tunggal Alexander Jeremejeff melalui sundulan menunjukkan efektivitas serangan Macan Kemayoran.

Baca Juga: Persib Berbalik Unggul 3-1 atas PSM, Uilliam Baros Cetak Gol Roket

Di bawah arahan Shin Tae-yong, Persija tampil fleksibel dengan beberapa variasi formasi, mulai 4-4-2, 4-3-3, hingga 4-2-3-1. Shin bahkan menyebut timnya baru menunjukkan sekitar 50 persen kemampuan terbaik.

Pertandingan melawan Persib pun menjadi ujian penting untuk melihat sejauh mana fleksibilitas tersebut mampu menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Di kubu Persib, kemenangan 3-1 atas PSM Makassar menjadi modal berharga. Igor Tolic, yang sebelumnya merupakan bagian dari staf Bojan Hodak, memilih mempertahankan struktur dasar Maung Bandung.

Persib mengawali pertandingan dengan formasi 4-2-3-1. Namun, ketika menguasai bola, struktur tersebut dapat berubah menjadi 3-2-5. Perubahan itu bertujuan menambah kekuatan serangan sekaligus tetap memberikan perlindungan di lini belakang.

Thom Haye menjadi salah satu pemain penting dalam skema tersebut. Perannya dalam menjaga sirkulasi bola membuatnya menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.

Pertarungan di GBK berpotensi banyak ditentukan oleh kemampuan kedua tim menjalankan transisi.

Persija bisa memanfaatkan ruang yang muncul ketika Persib mengirim banyak pemain ke lini depan. Sebaliknya, jika mampu melewati tekanan awal Persija, Maung Bandung berpeluang menciptakan situasi satu lawan satu di area depan.

Ada setidaknya empat aspek yang layak diperhatikan dalam duel ini. Pertama, pergerakan pemain sayap Persija menghadapi pertahanan Persib. Kedua, ancaman Jeremejeff melalui bola-bola silang.

Ketiga, ruang di sekitar Thom Haye yang bisa menjadi titik penting dalam sirkulasi permainan Persib. Keempat, kecepatan transisi kedua tim setelah kehilangan penguasaan bola.

Persija datang dengan kemenangan tandang, sementara Persib membawa kepercayaan diri setelah mengalahkan PSM. Keduanya memiliki modal positif, tetapi hanya satu yang akan keluar dari GBK dengan momentum lebih kuat.

El Clasico Indonesia kali ini bukan hanya tentang rivalitas dua klub besar. Laga juga menjadi pertarungan ide antara fleksibilitas Shin Tae-yong dan struktur permainan Igor Tolic.(*/him)

Editor : Abdul Rochim
Super League 2026/2027 Igor Tolic persib bandung shin tae-yong persija jakarta