RADAR PATI - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyambut positif keputusan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang resmi membatalkan rencana penjualan saham kompetisi utamanya, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.
Langkah mundur FIFA ini dinilai sebagai kemenangan besar bagi ekosistem sepak bola global setelah menuai penolakan masif dari berbagai asosiasi anggota, klub, hingga kepala pemerintahan.
Baca Juga: Bencana Mengguncang FIFA, UEFA ancam Infantino dengan jalur hukum
Melalui pernyataan resminya pada Sabtu, UEFA menegaskan bahwa gelombang penolakan ini menjadi sinyal kuat bagi Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa olahraga sepak bola tidak bisa diperlakukannya sebagai komoditas bisnis semata.
"UEFA menyambut baik keputusan FIFA untuk menarik kembali rencana penjualan saham kompetisi, termasuk Piala Dunia, kepada pihak swasta," tulis UEFA. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan penuh dari suporter, pemain, liga, hingga konfederasi lain yang konsisten menentang wacana tersebut.
Usut Tuntas Usulan dan Tawarkan Solusi Alternatif
Kendati rencana penjualan tersebut telah dibatalkan, UEFA menilai permasalahan tata kelola di tubuh FIFA belum sepenuhnya selesai. UEFA berkomitmen gandeng konfederasi lain untuk mengevaluasi latar belakang munculnya usulan kontroversial tersebut guna mencegah kejadian serupa berulang di masa depan.
Sebagai solusi pendanaan, UEFA mendesak FIFA untuk mengoptimalkan Program FIFA Forward yang sudah berjalan. Skema ini dinilai lebih aman untuk menyalurkan dana pengembangan kepada 211 asosiasi anggota tanpa harus mengorbankan atau menjual kepemilikan aset kompetisi paling bergengsi di dunia.
AFC Tekankan Transparansi dan Tata Kelola
Sikap senada disampaikan Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. Ia menyambut baik pembatalan pembentukan badan usaha berjuluk FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut dan menekankan pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan di tingkat global.
"Masa depan sepak bola dunia harus dibentuk melalui konsultasi yang tepat, dialog kolektif, dan penghormatan terhadap struktur tata kelola yang berlaku," ujar Shaikh Salman melalui laman resmi AFC.
Ia berharap setiap wacana strategis yang berdampak pada sepak bola internasional ke depan wajib dibahas secara terbuka bersama Dewan FIFA, konfederasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Shaikh Salman juga mengapresiasi soliditas 47 asosiasi anggota AFC yang tetap bersatu mengawal isu ini hingga tuntas.
Sebelumnya, manuver Gianni Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengomersialkan hak pengelolaan kompetisi FIFA memicu gelombang penolakan dari UEFA hingga European Leagues. Skema tersebut dinilai berbahaya karena memberi celah bagi investor swasta untuk menguasai kepentingan ekonomi jangka panjang atas turnamen Piala Dunia. (*)
Editor : Admin