Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Jelang Turnamen Women’s Soccer Trilogy 2026 di Kudus, Okupansi Hotel di Kudus Mulai Meningkat

Abdul Rochim • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:46 WIB

 


OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung menikmati makan malam di Hom Hotel Kudus. Seringnya agenda olahraga di Kudus, menaikkan tingkat keterisian kamar hotel. (GALIH ERLAMBANG W/Radar PATI)
OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung menikmati makan malam di Hom Hotel Kudus. Seringnya agenda olahraga di Kudus, menaikkan tingkat keterisian kamar hotel. (GALIH ERLAMBANG W/Radar PATI)

KUDUS – Dampak ekonomi dari penyelenggaraan turnamen sepak bola putri nasional mulai dirasakan di Kabupaten Kudus meski kompetisi belum resmi bergulir. 

Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya tingkat hunian kamar di sejumlah hotel yang bersiap menyambut kedatangan atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah.

Kudus dijadwalkan menjadi tuan rumah rangkaian Women’s Soccer Trilogy 2026, yang mencakup sejumlah turnamen sepak bola putri tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga: Pemkab Kudus Batasi Perekrutan Outsourcing Hanya untuk Lima Jenis Pekerjaan

Ajang tersebut diperkirakan melibatkan ribuan peserta dan menjadi momentum penguatan sektor sport tourism di daerah.

Salah satu agenda yang akan digelar pada akhir Juni mendatang adalah turnamen MilkLife All Stars Challenge.

Kompetisi ini akan menghadirkan tim-tim sepak bola putri dari berbagai kota di Indonesia dan diperkirakan menarik banyak pengunjung ke Kudus.

Marketing Communication Hom Hotel Kudus, Annas, mengungkapkan peningkatan reservasi kamar sudah mulai terlihat menjelang pelaksanaan turnamen.

Menurutnya, antusiasme peserta dan tamu yang akan hadir berdampak pada naiknya tingkat keterisian kamar hotel.

Saat ini, tingkat okupansi di Hom Hotel Kudus berada pada kisaran 80 hingga 90 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat hunian normal yang biasanya berkisar antara 70 hingga 80 persen.

Selain okupansi yang meningkat, tarif kamar juga menyesuaikan dengan permintaan pasar. Untuk kategori superior, harga kamar berada di kisaran Rp500 ribu per malam.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan lainnya.

Vice President PT Metropolitan Golden Management-Horison Hotels Group, Vemy Irawati Supomo, menyebut peningkatan okupansi mulai terlihat menjelang pelaksanaan kompetisi sepak bola putri nasional tersebut.

Menurutnya, meskipun hotel yang dikelolanya masih tergolong baru, peningkatan jumlah tamu sudah mulai terasa.

Saat ini hotel tersebut memiliki 43 kamar yang siap digunakan, sementara proses pengembangan fasilitas masih terus berjalan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menilai penyelenggaraan turnamen olahraga berskala nasional dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.

Ia menyebut kegiatan olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi daerah yang dapat memperkenalkan potensi Kudus kepada masyarakat luas.

Pelaku UMKM, sektor perhotelan, dan penyedia jasa transportasi diperkirakan menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan turnamen berjalan lancar.

Persiapan dilakukan tidak hanya pada aspek penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga kesiapan sektor pendukung agar mampu memberikan pelayanan optimal bagi para tamu yang datang.

Melalui ajang ini, Pemkab berharap Kudus semakin dikenal sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional. (gal)

Editor : Abdul Rochim
#Women’s Soccer Trilogy 2026 #MilkLife All Stars Challenge #okupansi hotel Kudus #sport tourism Kudus #ekonomi Kudus meningkat