JEPARA - Persijap Jepara terus menunjukkan performa impresif di penghujung kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu sukses menjalani delapan pertandingan beruntun tanpa kekalahan dan perlahan menjauh dari zona degradasi.
Pada laga terbaru, Jumat (24/4/2026), Persijap berhasil menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Baca Juga: Meski Dipastikan Bertahan di Liga 2, Persiku Kudus Tetap Targetkan Hasil Maksimal Lawan Deltras FC
Sebelumnya, mereka juga menang dengan skor serupa 2-0 saat menghadapi Semen Padang FC pada Senin (20/4/2026) di Stadion Haji Agus Salim.
Meski hasil positif terus diraih, Pelatih Kepala Persijap Mario Lemos memilih tetap rendah hati dan tidak ingin timnya terlena.
Menurutnya, perjuangan sesungguhnya belum selesai karena masih ada lima pertandingan berat yang harus dijalani hingga akhir musim.
“Kami tidak pernah berpikir tentang semuanya, kami fokus pertandingan demi pertandingan. Seperti nanti melawan Dewa United,” ujar Mario Lemos, Jumat (24/4/2026).
Hingga pekan ke-29, Persijap berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin, hanya terpaut dua angka dari Persik Kediri yang menempati posisi ke-12 dengan 33 poin.
Dalam tren positif ini, Persijap berhasil keluar dari tekanan zona merah dan mulai bergerak ke papan tengah klasemen.
Mentalitas pemain pun dinilai semakin matang dalam menghadapi persaingan ketat di sisa musim.
Namun ujian sesungguhnya justru ada di depan mata. Lima laga terakhir Persijap akan menghadapkan mereka dengan tim-tim kuat.
Pada Rabu (29/4/2026), Persijap akan bertandang ke markas Dewa United. Setelah itu mereka akan menjamu Persija Jakarta pada Senin (4/5/2026).
Selanjutnya, Persijap akan menghadapi Persita Tangerang pada 10 Mei, menjamu Borneo FC pada 17 Mei, dan menutup musim dengan laga tandang berat melawan pemuncak klasemen Persib Bandung pada 23 Mei 2026.
Mario menegaskan, selain fokus laga demi laga, proses pemulihan pemain dan persiapan matang juga menjadi kunci penting agar Persijap bisa terus mempertahankan tren positif.
Empat kemenangan dan empat hasil imbang dari delapan laga terakhir menjadi modal berharga untuk menatap lima pertandingan penentu tersebut.(fik)