Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Buktikan Loyalitas Suporter, Banaspati Kumpulkan Rp 44 Juta untuk Persijap Jepara yang Didenda Komdis PSSI

Abdul Rochim • Kamis, 9 April 2026 | 19:31 WIB
PEDULI: Para suporter tengah memberikan dukungan kepada Persijap Jepara pada laga baru-baru ini. (FIKRI/RADAR PATI)
PEDULI: Para suporter tengah memberikan dukungan kepada Persijap Jepara pada laga baru-baru ini. (FIKRI/RADAR PATI)

JEPARA — Dukungan untuk Persijap Jepara terus berdatangan meski tim sedang menghadapi sanksi dari PSSI melalui Komite Disiplin. 

Salah satu bentuk solidaritas ditunjukkan kelompok suporter Banaspati dengan menggalang dana puluhan juta rupiah untuk membantu manajemen tim kebanggaan masyarakat Jepara tersebut.

Berdasarkan Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor: 196/L1/SK/KDPSSI/III/2026 tertanggal 11 Maret 2026, Persijap Jepara mendapat sanksi larangan menggelar dua pertandingan kandang dengan penonton.

Baca Juga: FULL TIME Persik Kediri vs Persijap Jepara 0-0 : Laskar Kalinyamat Sukses

Selain itu, sebagian Tribun Utara dan Selatan juga harus ditutup dalam dua laga berikutnya. Penonton pun dilarang mengenakan atribut klub serta dikenai denda sebesar Rp 100 juta.

Sanksi tersebut merupakan hasil banding dari hukuman sebelumnya yang lebih berat.

Sebelumnya, Persijap sempat dijatuhi larangan lima laga kandang tanpa penonton serta denda Rp 195 juta akibat insiden kericuhan saat pertandingan melawan Persis Solo pada 5 Maret lalu.

Di tengah situasi tersebut, Banaspati bergerak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi klub.

Salah satu pentolan Banaspati, Agus Cumez, mengungkapkan pihaknya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 44.639.959 dari hasil kolektifan anggota serta kas komunitas.

“Kami berpikir, sekecil apapun, dapat meringankan beban manajemen. Ini dari kolektifan dan kas, sebagai bentuk kebanggaan terhadap Persijap,” ujarnya pada Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, penggalangan dana dilakukan selama sekitar satu bulan sejak sanksi dijatuhkan, yakni mulai 14 Maret hingga 8 April.

Aksi tersebut muncul dari kepedulian suporter terhadap kondisi tim, khususnya potensi dampak finansial akibat pembatasan kehadiran penonton di stadion.

Menurutnya, berkurangnya jumlah penonton tentu berdampak pada pemasukan klub, baik dari penjualan tiket maupun atmosfer dukungan langsung di lapangan.

Karena itu, Banaspati berusaha berkontribusi sesuai kemampuan untuk membantu tim tetap bertahan.

Baca Juga: LIVE SCORE Persik Kediri Vs Persijap Jepara 0-0 : Dapat Penalti, Jose Enrique Gagal!

“Sekecil apa pun, kami peduli. Ini untuk Persijap ke depan. Harapannya bisa membantu keuangan tim,” lanjutnya.

Dana yang terkumpul rencananya akan segera diserahkan kepada manajemen Persijap sebagai bentuk dukungan nyata dari suporter.

Momen solidaritas ini juga bertepatan dengan peringatan hari jadi Banaspati yang ke-24.

Dalam rangka perayaan tersebut, Banaspati akan menggelar tasyakuran sekaligus nonton bareng pertandingan Persijap pada Sabtu (11/4) saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion GBK Jepara.

Agus menyebut, kegiatan nobar menjadi alternatif bagi suporter untuk tetap memberikan dukungan meski tidak bisa hadir langsung di stadion karena sanksi.

“Saat nobar itu juga mau diadakan kolektifan lagi. Berapapun nominalnya, semoga dapat memperingankan tim,” katanya.

Ia menilai kebersamaan suporter menjadi sumber energi penting bagi tim, terutama dalam menghadapi sisa delapan pertandingan yang sangat menentukan posisi Persijap di klasemen.

“Harapannya Persijap tidak terdegradasi. Sekarang semua pertandingan adalah final, semua harus maksimal,” tegasnya.

Dukungan dari suporter diharapkan mampu menambah motivasi bagi Persijap Jepara untuk tetap bertahan di kompetisi Liga 1 musim ini.

“Semoga bisa jadi suntikan semangat. Pasti bisa bertahan,” tandasnya.

Editor : Abdul Rochim
#Banaspati Persijap #sanksi PSSI Persijap #suporter galang dana #Persijap Jepara Liga 1 #solidaritas suporter