KUDUS — Laga kandang menjadi kunci utama bagi Persiku Kudus untuk bertahan di Pegadaian Championship musim ini. Dengan posisi masih di papan bawah, kemenangan di kandang bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
Dari lima pertandingan tersisa, Persiku akan menjalani tiga laga kandang yang krusial.
Yakni saat menjamu Tornado FC, PSIS Semarang, dan Deltras FC. Tiga laga ini menjadi peluang emas untuk mengamankan poin penuh.
Baca Juga: FULL TIME Persiku Kudus vs Barito Putera 1-1 : Tembakan Igor Henrique Paksa Gol Bunuh Diri
Saat ini, Persiku masih tertahan di peringkat ketujuh dengan 23 poin.
Posisi tersebut belum aman, mengingat jarak dengan PSIS Semarang di bawahnya hanya empat poin.
Wajib Maksimalkan Stadion Wergu Wetan
Bermain di Stadion Wergu Wetan harus menjadi keuntungan maksimal. Dukungan suporter diharapkan mampu mendongkrak mental pemain untuk tampil lebih agresif dan konsisten.
Baca Juga: Persiku Kudus Target Curi Poin dari Barito Putera demi Jauhi Zona Merah
Jika mampu menyapu bersih tiga laga kandang, Persiku akan meraih tambahan 9 poin dan mengangkat total menjadi 32 poin—angka yang cukup aman untuk menjauh dari zona degradasi.
Sebaliknya, jika terpeleset di kandang sendiri, peluang bertahan akan semakin berat. Terlebih dua laga tandang yang tersisa harus menghadapi tim kuat seperti PSS Sleman dan Persipura Jayapura.
Laga Hidup Mati
Duel melawan PSIS diprediksi menjadi partai hidup mati. Selain menentukan posisi klasemen, hasil laga tersebut juga bisa menjadi penentu langsung siapa yang bertahan dan siapa yang terancam degradasi.
Sementara laga kontra Deltras juga tak kalah penting, mengingat lawan berada di papan tengah dan masih berpotensi memengaruhi posisi akhir klasemen.
Tak Ada Ruang Kehilangan Poin
Dengan kondisi klasemen yang ketat, Persiku tidak punya banyak ruang untuk kehilangan poin, terutama di kandang. Setiap laga harus diperlakukan seperti final.
Kemenangan di kandang bukan hanya soal tambahan angka, tetapi juga soal menjaga asa tetap hidup hingga akhir musim.
Jika gagal memaksimalkan laga kandang, bukan tidak mungkin Persiku harus bergantung pada hasil tim lain untuk menentukan nasibnya. Sebaliknya, jika sukses jika sukses sapu bersih, peluang bertahan akan terbuka lebar. (*/him)
Editor : Abdul Rochim