JEPARA – Kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 direncanakan mulai digulirkan Agustus mendatang.
Sebagai persiapan, Persijap Jepara yang jadi kontestan baru di kompetisi teratas Liga Indoneisa itu mulai memanasi mesinnya sejak saat ini.
Di antaranya, dengan mulai menunjuk Direktur Teknik (Dirtek) dan menggelar seleksi pemain Elite Pro Academy (EPA).
Hal itu diumumkan secara resmi oleh manajemen Persijap Jepara melalui media sosial resmi klub.
Sebagai Direktur Teknik, Persijap Jepara menunjuk Rudy Eka Priambada. Sosoknya sudah tak asing dalam kancah persepak bolaan Indonesia. Pasalnya, sejumlah tim bernah dibesutnya.
Bahkan, ia juga sempat menukangi Timnas Indonesia putri.
Sementara untuk EPA yang dibentuk Persijap, ada 3 kelompok umur yang rencananya dibentuk.
”Persijap road map schedule kategori usia 16, usia 18, dan usia 20. Kami akan mencari talenta-talenta sepak bola dengan kriteri khusus, sesuai peraturan yang ditentukan oleh PSSI bahwa Persijap akan mengelola dan membangun akademi sepak bola sesuai persyaratan usia yang telah ditetapkan,” tulis pernyataan resmi Persijap dalam media sosial resmi Persijap kemarin.
Dalam mencari bibit pemain untuk mengisi tim EPA itu, ada beberapa daerah yang akan jadi lokasi seleksi.
Mulai dari Depok, Karawang, Garut, Semarang, Malang, Bandung, dan Jepara. Diketahui, EPA tersebut jadi salah satu keharusan bagi tim yang berkompetisi di Liga 1.
Sebelumnya, Manajer Persijap Jepara Egat Sacawijaya menjelaskan kehadiran EPA bisa memberi nilai positif bagi Persijap ke depan.
Pasalnya, di masa yang akan datang tim inti Persijap juga bisa memanfaatkan para pemain yang bermain di kompetisi EPA. (rom)
Editor : Achmad Ulil Albab