PATI, RadarPati.ID - Tuan rumah Persipa Pati harus puas dengan hasil imbang dengan skor 0-0 dalam laga bertajuk Derbi Muria di Stadion Joyokusumo sore kemarin.
Tim tuan rumah memegang kendali permainan sejak menit awal babak pertama hingga akhir babak kedua.
Namun hingga peluit akhir dibunyikan oleh wasit, tidak ada satu gol pun yang bersarang.
Laga penuh gengsi itu pun harus berakhir dengan skor seri 0-0 yang membuat pendukung tuan rumah tidak puas.
Pelatih Persipa Pati Bambang Nurdiansyah menilai masalah finishing menjadi persoalan bagi anak asuhnya sehingga tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
Karena itu finishing menjadi perhatian bagi pelatih sarat pengalaman ini.
"Evaluasi jelas masalah finishing. Kita banyak peluang tapi tidak bisa gol. Bahkan tiga peluang membentur tiang gawang," keluh pelatih yang akrab disapa Banur ini.
Namun Banur menilai permainan anak asuhnya telah mengalami perkembangan yang signifikan.
"Progress nya baik kita lihat di lapangan, tapi finishing- nya yang jadi masalah," lanjut Banur.
Sementara kubu tim tamu Persiku Kudus sudah merasa puas karena dapat mencuri satu poin di kandang lawan.
"Bersyukur dapat satu poin karena ini pertandingan tidak mudah," paparnya.
Karena pertandingan ini menurutnya tidak mudah. Apalagi pertandingan bertajuk dalam Derbi Muria yang sarat gengsi dan harga diri bagi kedua tim.
Laga dihadiri ribuan suporter tuan rumah yang memadati tribun Stadion Joyokusumo.
Laga ini diwarnai kartu merah di penghujung laga. Bek kanan Persiku, Syahrul Mustofa mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-87.
Lebih lanjut pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah mengaku penyelesaian akhir ini menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih. Apalagi saat, lawan menerapkan permainan bertahan.
”Kelemahan pemain muda begitu. Lawan bertahan, kreatif turun. Tapi kita berterimakasih pemain sudah bermain keras. Cuma finishing saja,” tandas dia. (lil/zen)
Editor : Abdul Rochim