RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri agenda Ngaji Kebangsaan bersama Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang memadukan dimensi spiritual dan wawasan kebangsaan ini diikuti secara luring dan daring oleh ribuan personel Polri serta para santri.
Baca Juga: Kapolri Lestiyo Sigit Sowan Gus Baha, Apa yang Dibahas?
Majelis kebangsaan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Pondok Pesantren LP3IA, di antaranya KH Zaimul Umam Nursalim (Gus Umam) dan Ahmad Fuad Nursalim (Gus Fuad), serta jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Tiba di lokasi sekitar pukul 09.54 WIB, Kapolri terlebih dahulu melangsungkan silaturahmi dengan Gus Baha di Ndalem 2, sebelum keduanya berjalan berdampingan menuju tempat acara di area Masjid LP3IA pada pukul 10.16 WIB.
Dalam pembuka sambutannya, Jenderal Listyo mengungkapkan rasa syukurnya dapat menimba ilmu langsung dari sosok ulama kharismatik tersebut.
"Kita semua tahu mengajak Gus Baha berpindah dari pondok pesantren adalah sesuatu yang sangat langka. Hari ini beliau memberikan kesempatan untuk kita ngaji bersama. Tentu ini kesempatan luar biasa yang tidak semua orang dan institusi bisa dapatkan," ujar Listyo.
Dalam amanatnya, Kapolri menekankan peran historis ulama dan umarah yang senantiasa berjalan selaras sejak era perjuangan kemerdekaan hingga pengisian pembangunan.
Ia mengibaratkan ulama sebagai kompas penunjuk arah moral bangsa, sementara institusi kepolisian berperan menjaga stabilitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Ulama ibarat lentera yang selalu menerangi dalam kegelapan dan kompas yang menunjukkan jalan agar kita tidak tersesat. Sementara polisi hadir sebagai penjaga keteraturan sosial untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan menjaga situasi kamtibmas agar pembangunan berjalan baik," tegasnya.
Menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, krisis energi, dan gejolak ekonomi, Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat persatuan di tengah kebinekaan Indonesia.
Ia menekankan bahwa Polri akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis, sembari tetap siap mengambil tindakan tegas dan terukur apabila diperlukan demi mencegah meluasnya konflik sosial.
Mengakhiri arahannya, Jenderal Listyo memohon doa restu dari para ulama agar jajaran Polri senantiasa diberikan kekuatan dan keselamatan dalam mengemban tugas negara.
Baca Juga: Kapolri Lestiyo Sigit Sowan Gus Baha, Apa yang Dibahas?
"Umarah dan ulama ibarat dua keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan, menjadi dua tiang pokok NKRI. Jika tiangnya kokoh, maka bangunannya akan berdiri tegak.
Kami berharap ulama dan umarah terus bergandengan tangan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera," tutup Kapolri. (*)