REMBANG – Aktivitas mandi di laut bersama empat teman berubah menjadi musibah bagi ST, 16, pelajar asal Desa Manggar, Kecamatan Sluke, Rembang.
Ia terseret arus kuat hingga ke tengah perairan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (16/9) pagi.
Korban ditemukan nelayan bersama tim SAR gabungan sekitar pukul 06.32 WIB.
Sebelumnya, ST dilaporkan hilang sejak Selasa (15/9) sore setelah terseret arus di kawasan jeti nelayan Desa Jatisari.
Baca Juga: Dua Hari, Tujuh Kebakaran Lahan Terjadi di Rembang, Pantura Sempat Ditutup
Sekretaris BPBD Kabupaten Rembang A. Lutfi Hakim membenarkan korban telah ditemukan.
Menurutnya, pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan hingga akhirnya jenazah berhasil dievakuasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.20 WIB ketika korban bersama empat rekannya berangkat menuju kawasan tambatan perahu nelayan di Jatisari.
Sepuluh menit kemudian, mereka mulai berenang di sisi timur jeti.
Saat itu, kondisi laut tidak bersahabat. Gelombang cukup besar disertai arus yang kuat.
Sekitar pukul 16.45 WIB, ST yang diketahui tidak bisa berenang mulai terbawa arus ke arah utara.
Salah seorang rekannya, Adil Pradika, 15, sempat berusaha menyelamatkan korban dengan menariknya menuju jeti.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Kuatnya arus membuat pegangan terlepas sehingga ST kembali jatuh ke laut dan terseret semakin jauh ke tengah perairan.
Rekan korban, Muhammad Rafka Aditya, 16, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Manggar.
Informasi itu diteruskan kepada Polsek Sluke, Koramil, Basarnas, Satpolairud Polres Rembang, dan BPBD Rembang.
Tim SAR gabungan segera bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Penyisiran dilakukan hingga Selasa malam, tetapi kondisi cuaca serta terbatasnya jarak pandang di laut membuat pencarian belum membuahkan hasil.
Operasi kemudian dilanjutkan Rabu pagi dengan titik kumpul di Pantai Jatisari. Nelayan bersama tim gabungan kembali menyisir perairan.
Sekitar pukul 06.32 WIB, korban akhirnya ditemukan. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. (ali)