
REMBANG — Kebakaran lahan terjadi berulang di sejumlah titik wilayah Kabupaten Rembang.
Dalam dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/9), tercatat tujuh kejadian yang ditangani petugas.
Salah satu kejadian paling menyita perhatian berlangsung di lahan Perhutani Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Sabtu (12/9).
Baca Juga: Ini Kenapa Menu Melon Sebabkan Keracunan MBG di Rembang
Api tidak hanya membakar vegetasi, tetapi juga merambat ke bagian atas pohon di dekat jalan nasional Rembang-Blora.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas sempat dihentikan total sekitar 15 menit. Petugas khawatir pohon yang terbakar tumbang dan membahayakan kendaraan yang melintas.
Sekretaris BPBD Rembang M. Luthfi Hakim mengatakan laporan kebakaran di Kadiwono diterima sekitar pukul 12.30 WIB. Tiga menit kemudian petugas bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 13.15 WIB.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru dinyatakan berhasil ditangani pada pukul 15.58 WIB atau hampir tiga jam setelah petugas tiba di lokasi.
"Obyek yang terbakar pohon jati enam batang dan pohon mahoni satu batang. Penyebab diduga akibat pembakaran lahan yang tidak terkendali," kata Luthfi.
Pemadaman dilakukan BPBD Rembang bersama Damkar Semen Gresik. Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit tangki suplai, sedangkan dari Semen Gresik turut menurunkan satu unit pemadam.
Untuk menjinakkan api, diperlukan tujuh kali ritasi. Setelah api dipadamkan, petugas melakukan overhaul sekitar 10 menit dan pemeriksaan ulang sebelum lokasi dinyatakan aman.
Gangguan terhadap pengguna jalan akhirnya berangsur berakhir. Kendaraan dari arah Rembang menuju Blora maupun sebaliknya kembali melintas secara normal setelah kondisi di sekitar lokasi dinilai aman.
Kebakaran juga terjadi di sejumlah titik lain pada hari yang sama. Salah satunya berada di depan makam Djarum, kawasan Punjulharjo, jalur Pantura Rembang.
Rentetan kejadian berlanjut pada Minggu (13/9). Dua kebakaran kembali dilaporkan, salah satunya berada di sekitar lokasi kebakaran sebelumnya di Punjulharjo dan lainnya terjadi di kawasan selatan GOR Mbesi.
Kebakaran di sekitar GOR Mbesi menjadi perhatian karena luas lahan yang terbakar cukup besar. Api bahkan sempat merambah ke bagian belakang kawasan kampus PSDKU Undip Rembang.
"GOR Mbesi termasuk luas. Kita tangani sudah merambah di belakang kampus Undip, sempat membesar," jelas Luthfi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) yang lebih dulu berada di lokasi mendapat dukungan tambahan dari personel Damkar Rembang. TRC fokus menangani titik api di lahan, sementara petugas Damkar membantu pemadaman di bagian belakang kampus.
Kondisi lahan yang dipenuhi semak kering membuat api relatif mudah menjalar. Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran di kawasan tersebut belum dapat dipastikan.
Personel Satlantas Polres Rembang juga diterjunkan untuk membantu mengatur arus kendaraan di jalur sekitar lokasi. Langkah itu dilakukan karena asap dan aktivitas pemadaman berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Luthfi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan udara sedang kering.
Kebakaran di lahan terbuka dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani. (*)
Editor : Abdul Rochim