
REMBANG – Sebanyak 136 warga SMPN 5 Rembang mengalami diare massal pada Rabu (5/8). Menyikapi kejadian tersebut, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Mondoteko sebagai penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertemuan berlangsung di ruang Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun. Hadir dalam koordinasi tersebut perwakilan SPPG 3 Mondoteko serta Person in Charge (PIC) MBG Dindikpora Rembang yang juga Kabid Pembinaan SMP, Ngadiyono.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menyampaikan data warga sekolah yang mengalami keluhan diare, sedangkan pihak SPPG menjelaskan menu makanan yang disajikan kepada siswa.
Baca Juga: Siswi SMPN 2 Rembang Diduga Meninggal akibat Lemah Jantung, Dindikpora Kumpulkan Guru PJOK
Meski muncul dugaan gangguan kesehatan berkaitan dengan konsumsi MBG, seluruh pihak sepakat belum menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Menurut pihak SPPG, makanan yang didistribusikan dalam kondisi layak konsumsi, meski nasi diakui bertekstur lebih keras dari biasanya.
Sebelum dibagikan, menu juga telah melalui uji organoleptik atau pencicipan yang dilakukan kepala sekolah.
Kepala Dapur SPPG 3 Mondoteko, Bustanul Arifin, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang yang telah mengambil sampel makanan di dapur.
"Kami masih menunggu hasil dari korwil dan pemeriksaan laboratorium," ujarnya singkat.
Sementara itu, Ngadiyono menjelaskan dirinya mendapat laporan dari kepala sekolah sekitar pukul 09.00 WIB mengenai banyaknya warga sekolah yang mengalami diare.
Ia kemudian mendatangi SMPN 5 Rembang sekitar pukul 12.00 WIB untuk melakukan pendataan.
Dari hasil pendataan, kepala sekolah dilaporkan mulai mengalami diare sejak pukul 03.00 WIB. Selain itu, terdapat tujuh guru dan empat tenaga administrasi sekolah yang mengalami keluhan serupa.
Pada kalangan siswa, sebanyak 94 orang tidak masuk sekolah karena sakit, terdiri atas 31 siswa kelas VII, 25 siswa kelas VIII, dan 38 siswa kelas IX.
Sementara itu, sekitar 42 siswa yang tetap hadir di sekolah juga mengeluhkan diare.
"Dari total 709 siswa, sebanyak 136 orang mengalami diare, sedangkan 573 lainnya dalam kondisi sehat," jelas Ngadiyono.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap siswa di ruang UKS.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar memiliki tekanan darah normal, sementara enam siswa mengalami demam tinggi.
Orang tua siswa kemudian dihubungi untuk menjemput anak masing-masing agar dapat menjalani perawatan di rumah. Hingga kini, Dindikpora maupun pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut dan masih menunggu hasil investigasi dari Dinkes.
Tim Dinkes juga telah melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG 3 Mondoteko untuk mengambil sampel makanan yang selanjutnya akan diuji di laboratorium.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari RSUD dr R. Soetrasno Rembang, hingga Rabu siang terdapat tiga siswa tingkat SMP yang sempat menjalani pemeriksaan akibat keluhan serupa. Seluruhnya dalam kondisi stabil dan diperbolehkan pulang.
Setelah pukul 14.00 WIB, satu siswa lainnya juga menjalani pemeriksaan dengan keluhan mual dan kondisinya dilaporkan stabil. (noe)
Editor : Abdul Rochim