Siswi SMPN 2 Rembang Diduga Meninggal akibat Lemah Jantung, Dindikpora Kumpulkan Guru PJOK

Wisnu Aji • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:08 WIB

 


BERI PENJELASAN: Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery angkat suara seputar kronologi siswa terjatuh dan meninggal usai tes PJOK. (WISNU AJI/RADAR PATI)
BERI PENJELASAN: Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery angkat suara seputar kronologi siswa terjatuh dan meninggal usai tes PJOK. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Polres Rembang mengungkap informasi awal terkait penyebab meninggalnya siswi SMPN 2 Rembang, Cantika Dhia Syarafana, usai mengikuti tes Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga memiliki kondisi lemah jantung. Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian dengan meminta keterangan sejumlah pihak.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Sepanjang nanti ditemukan ada unsur pidana tentu akan dilakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut. Sampai saat ini masih diperdalam apakah ditemukan unsur pidana atau tidak," ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/8).

Baca Juga: 350 KK di Desa Logung Rembang Krisis Air Bersih, Sumur Mengering Sejak Tiga Pekan

Sebelumnya, Cantika yang merupakan siswi kelas VII.1 mengikuti tes kebugaran dalam mata pelajaran PJOK. Berdasarkan keterangan guru PJOK, Agung Sarwono, korban menjalani tes lari bolak-balik dengan jarak sekitar 10 meter.

Saat mendapat giliran terakhir, korban tersandung dan terjatuh hingga bagian dahinya membentur paving.

Polisi menyebut korban mengalami memar di dahi dan lecet ringan pada bagian hidung.

Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr R. Soetrasno Rembang.

Setibanya di rumah sakit, kondisi denyut nadi korban dilaporkan sangat lemah.

Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), namun upaya penyelamatan tidak berhasil. Sekitar 10 menit kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

AKBP Fery menjelaskan, informasi awal mengarah pada dugaan adanya kondisi lemah jantung.

Namun, kepolisian masih menunggu penjelasan dari pihak dokter untuk memastikan penyebab kematian, termasuk menelusuri apakah benturan saat terjatuh turut berpengaruh.

"Informasi awal karena lemah jantung. Masih meminta keterangan pihak dokter terkait penyebab kematian korban sendiri, termasuk salah satunya benturan," jelasnya.

Hingga kini, polisi telah meminta klarifikasi dari sejumlah pihak, termasuk guru yang mendampingi kegiatan olahraga, guna memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengaku terkejut atas insiden tersebut.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyebut kejadian itu sebagai musibah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Rembang.

Sebagai langkah evaluasi, Dindikpora akan segera mengumpulkan seluruh guru PJOK di Kabupaten Rembang.

Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran olahraga, mengidentifikasi kendala di lapangan, sekaligus menyusun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami akan segera mengumpulkan seluruh guru PJOK agar lebih berhati-hati dalam proses pembelajaran. Permasalahan di lapangan akan digali untuk dicarikan solusi. Kami berharap ini menjadi kejadian pertama dan terakhir," ujar Sholchan.

Selain itu, pihak Dindikpora juga berencana meminta penjelasan dari guru yang bertugas saat kejadian sebagai bagian dari evaluasi internal dan penyusunan langkah-langkah preventif ke depan. (noe)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
SMPN 2 Rembang siswi meninggal tes PJOK Polres Rembang dindikpora rembang