OLEH : Gieta Amallia Nur Istiqomah, Amd.Keb. *)
PEMBANGUNAN kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan menurunkan angka kesakitan dan kematian, tetapi juga dari kemampuan masyarakat merencanakan kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Dalam konteks tersebut, pelayanan Keluarga Berencana Pasca Partum (KKBP) atau Pasca Keguguran (KBPK) menjadi salah satu intervensi kesehatan yang terbukti efektif dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi sekaligus mendukung program pembangunan keluarga.
KB tersebut merupakan pelayanan kontrasepsi yang diberikan sejak setelah persalinan hingga 42 hari masa nifas.
Baca Juga: DOOR TO DOOR! Rembang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Kerahkan 712 Petugas
Program ini bertujuan mencegah kehamilan yang terlalu dekat jaraknya, mengurangi risiko komplikasi kehamilan berikutnya, serta memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi kesehatan secara optimal sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jarak kehamilan minimal 24 bulan setelah persalinan untuk menurunkan risiko kematian ibu, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, dan berbagai komplikasi obstetri lainnya.
Oleh karena itu, pelayanan KB pasca persalinan dan keguguran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Momentum Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 dengan tema “ Dunia Membutuhkan Lebih Dari Sejuta Bidan : Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan Dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat Pada Perempuan dan Anak Serta Siap Mengawal Generasi Emas 2024 “menjadi kesempatan penting untuk mengapresiasi peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan reproduksi.
Selama puluhan tahun, bidan tidak hanya mendampingi ibu dalam proses kehamilan dan persalinan, tetapi juga berperan dalam memastikan keberlangsungan kesehatan ibu dan bayi melalui pelayanan keluarga berencana yang berkualitas.
Peran Strategis RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Rembang, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pelayanan KB Pasca Partum dan Pasca Keguguran yang terintegrasi dengan layanan persalinan dan masa nifas.
Komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan tercermin dari berbagai pengembangan layanan Kesehatan.
Pelayanan KB Post Partum di rumah sakit dilaksanakan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup konseling selama kehamilan, edukasi saat persalinan, serta pelayanan kontrasepsi sebelum pasien pulang dari rumah sakit.
Pendekatan ini memungkinkan setiap ibu memperoleh informasi yang lengkap mengenai pilihan kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Capaian Pelayanan KB Post Partum Tahun 2024–2025
Berdasarkan data pelayanan KB Post Partum RSUD dr. R. Soetrasno Rembang:
* Akseptor KB Post Partum tahun 2024 : 385 akseptor
* Akseptor KB Post Partum tahun 2025 : 390 akseptor
* Akseptor KB Post Partum tahun 2026, bulan Jan-Mei : 239 akseptor
Di mana metode kontrasepsi yang paling banyak dipilih meliputi, IUD : 38,2 persen, MOW : 48,7 persen dan Implant : 13,1 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pelayanan KB Post Partum semakin diterima masyarakat sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Keberhasilan program KB Post Partum tidak terlepas dari kontribusi para bidan.
Bidan merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan ibu sejak masa kehamilan hingga masa nifas.
Melalui komunikasi, informasi, dan edukasi yang berkelanjutan, bidan membantu keluarga memahami manfaat pengaturan jarak kehamilan serta memilih metode kontrasepsi yang sesuai.
Selain sebagai konselor, bidan juga berperan sebagai pelaksana pelayanan kontrasepsi serta pendamping keluarga.
Kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap profesi bidan menjadi modal penting dalam meningkatkan cakupan KB Post Partum.
KB Post Partum bukan sekadar upaya menunda kehamilan.
Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Dengan jarak kelahiran yang ideal, ibu memiliki kesempatan untuk memulihkan kesehatan, memberikan ASI eksklusif secara optimal, serta memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dengan lebih baik.
Selamat Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke-75. Terus Mengabdi untuk Kesehatan Ibu, Bayi, dan Keluarga Indonesia. (*)
*) Bidan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang
Editor : Abdul Rochim