Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Jelang Lebaran, Pemkab Rembang Kebut Penambalan Jalan Vital

Abdul Rochim • Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:25 WIB
SIAP DIBANGUN: Papan proyek penataan jalan Clangapan-Pamotan telah terpasang sebagai persiapan pengecoran tahun ini. (WISNU AJI/RADAR PATI)
SIAP DIBANGUN: Papan proyek penataan jalan Clangapan-Pamotan telah terpasang sebagai persiapan pengecoran tahun ini. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan penambalan sejumlah ruas jalan vital yang rusak bisa tuntas sebelum Hari Raya.

Perbaikan difokuskan pada jalur-jalur padat aktivitas warga, terutama di tengah musim hujan yang memicu banyak lubang dan kerusakan aspal.

Bupati Rembang, Harno, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bergerak cepat merespons keluhan masyarakat.

Ia secara khusus menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang agar memprioritaskan jalan yang membahayakan pengguna.

“Banyak laporan soal jalan berlubang, apalagi mendekati Ramadan dan Lebaran. Ruas-ruas vital harus sudah aman sebelum hari raya,” tegasnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalur Clangapan–Japerejo.

Ruas ini masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun ini.

Pekerjaan sudah mulai berjalan dan ditargetkan rampung pertengahan tahun, dengan konstruksi cor beton.

Namun, progres status kewenangan pembangunannya masih dalam pembahasan, apakah tetap ditangani pemda atau provinsi.

Jalur tersebut dinilai krusial karena menjadi penghubung kawasan industri dan dilalui kendaraan berat, termasuk truk bermuatan di atas 30 ton.

Selain Clangapan–Japerejo, ruas Landoh–Seren di Kecamatan Sulang juga masuk program IJD.

Untuk ruas yang belum teranggarkan, pemkab memilih langkah cepat berupa penambalan agar tidak membahayakan.

Di antaranya jalan arah Jape menuju Pamotan, wilayah Sedan, serta jalur dari Masjid Sidorejo hingga pasar.

Ruas Sedan–Kragan yang kondisinya bergelombang juga diminta segera ditangani.

Memasuki pekan keempat Januari 2026, sejumlah proyek perbaikan mulai bergerak.

Salah satunya jalan kabupaten di Sridadi yang menjadi akses utama karyawan pabrik sepatu dan tas, pelajar, santri, hingga petani.

Jalur ini juga berfungsi sebagai alternatif penghubung Pamotan–Sedan–Sale maupun Sulang–Bulu–Sumber–Kaliori.

Aspal ruas Turusgede–Sridadi terakhir dihotmix pada 2015.

Sebagian segmen telah diperbarui pada 2024 dari Turusgede–Kumendung hingga pertigaan madrasah Sridadi, sementara sisanya sebelumnya hanya ditambal karena keterbatasan anggaran.

Kerusakan parah sempat terjadi di sekitar SD dan TK Negeri Sridadi hingga tembus ke Desa Santri dan Padaran menuju area Pasar Banggi.

Beberapa titik telah diperbaiki, termasuk penambalan pada Sabtu (24/1).

Penataan ini juga menjadi bagian dari persiapan preservasi jalan Clangapan–Tireman–Japerejo yang akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum.

Selama konstruksi pengecoran berlangsung, arus lalu lintas direncanakan menggunakan sistem buka-tutup karena beton membutuhkan waktu sebelum bisa dilalui kendaraan.

Kabid Bina Marga Dputaru Rembang, Nugroho Tri Hutomo, memastikan tim di lapangan telah bergerak melakukan penambalan secara maraton.

“Kami kebut penanganan jalan kabupaten agar tetap bisa dilalui, terutama saat ada pengalihan arus akibat proyek pembangunan,” ujarnya.

Pemkab berharap langkah percepatan ini mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas warga menjelang Ramadan dan Lebaran. (noe)

Editor : Abdul Rochim
#rembang #jalan rusak