REMBANG – Bagian Umum Setda Rembang menyampaikan hasil pengecekan perangkat dan rekaman CCTV.
Diketahui dari 16 unit CCTV, 3 unit dalam kondisi rusak.
Dikarenakan konektor bermasalah, kabel rusak dan satu hasilnya bias.
Tim teknisi telah mengecek kamera CCTV di lingkungan Setda keseluruhan.
Kondisinya saat ini sudah normal semua.
Tidak ada sistem perangkat yang bermasalah.
Semua termonitor di layar untuk pemantauan visual.
Sebelumnya di lingkungan Setda Rembang diluaran tengah menjadi buah bibir.
Ini setelah muncul rumor ”mobil bergoyang”.
Meski hingga sekarang belum bisa dipastikan kebenaranya, lantaran tidak adanya informasi valid.
Kabag Umum Setda rembang, Aris Gunawan menjelaskan letak perangkat kamera CCTV yang alami kerusakan.
Baca Juga: Sidak Puskesmas, Komisi D DPRD: Saya Pikir Ini Gudang, Ternyata Puskesmas
Posisinya ada yang berada di areal bagian luar dan dalam gedung. Tepatnya dua kamera di sisi timur Balai Kartini dan ruang teknisi.
”Salah satunya disebabkan kerusakan kabel. Persisanya depan kantin timur yang jangkauan rekaman mengarah ke selatan,” kata Aris kepada RADARPATI.ID kemarin (13/6).
Berikutnya CCTV yang mati arah ruang teknisi.
Dari hasil pengecekan petugas pemicunya sama diakibatkan dari konektor.
Terkait kerusakan tersebut langsung dilakukan perbaikan agar berfungsi kembali.
”Untuk yang di garasi timur Balai Kartini bisa. Itu bias karena sinar. Sama juga sudah diperbaiki,” terangnya.
Aris memang mendengar soal kabar burung soal ”mobil bergoyang” di lingkungan Setda Rembang.
Namun belum bisa memastikan kebenaranya informasi yang akurat terkait informasi tersebut.
Ia berharap, jika ada informasi detail kapan informasi atau daya dukung tambahan.
Kejadian kapan, jam berapa, kendaraan apa bisa bantu dengan tracking kamera lain.
Jika satu kamera tidak fokus.
”Teman-teman ngecek di depan layar. Walaupun kurang fokus memang kelihatan tidak ada pergerakan mencurigakan. Informasi itu yang disampaikan,” imbuhnya Aris menambahkan pengecekan CCTV secara acak sudah selesai Kamis lalu.
Untuk hasil pengecekan hingga sekarang tidak ada bukti signifikan.
Jika ada informasi valid tentu akan ditindaklanjuti. (noe)
Editor : Abdul Rochim