Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Memperingati Hari Raya Waisak: Tempuh Perjalanan Spiritual Dilanjut Doa Bersama

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 13 Mei 2025 | 19:33 WIB

SEMANGAT: Umat Budha di Lasem, Rembang menempuh perjalanan spiritual dari Vihara Widyaloka menuju Candi Sudhamo Mahathera di Kompleks Vihara Ratanavana Arama. Tempuh Perja
SEMANGAT: Umat Budha di Lasem, Rembang menempuh perjalanan spiritual dari Vihara Widyaloka menuju Candi Sudhamo Mahathera di Kompleks Vihara Ratanavana Arama. Tempuh Perja

LASEM, RADARPATI.ID - Umat Budha di Lasem, Rembang menempuh perjalanan spiritual untuk menyambut detik-detik Waisak tadi malam.

Selain itu, mereka juga melaksankan meditasi sejak pagi.

Detik-detik Waisak tahun ini akan jatuh pada Senin (12/5) pukul 23.55.29 WIB.

Di Lasem, persiapan untuk menytambut hari raya ini sudah dilaksankan pada sejak hari-hari sebelumnya.

Dimulai dari Puja Bakti Sebulan Pendalaman Dhamma.

Setelah itu, juga ada rangkaian-rangkaian kegiatan lainnya.

Mulai dari bersih-bersih makam pahlawan, donor darah, hingga membersihkan Vihara Ratanavana Arama.

Pada MInggu (11/5) umat Budha di Lasem juga menggelar peringatan perjalanan spiritual.

Mereka berjalan dari Vihara Widyaloka menuju Candi Sudhamo Mahathera di kompleks Vihara Ratanavana Arama.

Kedua Vihara itu masih dalam satu desa, di Sendangcoyo, Lasem.

Perjalanan tersebut menempuh jarak sekitar dua kilometer melewati jalan perbukitan yang naik turun.

Di belakang rombongan, juga diiringi arak-arakan Garuda Pancasila, gunungan, hingga patung Budha Rupang.

Perjalanan itu juga menarik perhatian warga sekitar.

Di sepanjang jalan, masyarakat turut mengabadikan momen tersebut.

Bikkhu Piyadhiro Thera, Kepala Vihara Ratanavana Arama menyampaikan, kegiatan itu merupakan prosesi perjalanan spiritual.

Yakni, untuk memeringati Sang Budha dalam membabarkan dhamma dari satu tempat ke tempat yang lain selama 45 tahun.

Photo
Photo

"Dengan banyak murid di mana-mana. Tentu perjalanan zaman itu dengan jalan kaki, membina dari satu tempat ke tempat lain," jelasnya.

Dengan kata lain, prosesi ini bisa disebut sebagai napak tilas. Saat melaksanakan perjalanan spiritual ini, umat Budha juga membawa bunga dan air.

Hal ini untuk menandakan simbol penghormatan.

"Seperti kirab. Ada Budha Rupang, ada relief, ada stupa, ada buah-buahan, ada hasil bumi sebagai bentuk menghargai Tri Suci Waisak, tiga peristiwa agung yang terjadi di bulan Waisak," katanya.

Setelah sampai di Candi Sudhamo Mahathera, prosesi dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Selesai itu, makanan yang diarak tadi dibagikan kepada umat.

Sementara hari ini (12/5) kegiatan akan dilanjutkan dengan membaca Parita dari pagi sampai menjelang detik-detik waisak pukul 23.55.29 WIB.

"Pada saat detik-detik Waisak kami mengadakan meditasi. Itu tidak hanya di VIhara Ratanavana Arama. Di tempat-tempat lain juga diadakan," katanya. (vah/amr)

Editor : Syaiful Amri
#vihara #Hari Raya Waisak 2025 #Lasem #rembang