REMBANG, RADARPATI.ID – Penanganan pasca banjir di Kecamatan Lasem dan Rembang kemarin dievaluasi.
Hasilnya sungai-sungai butuh dinormalisasi.
Utamanya di SMPN 2 Lasem yang menjadi langganan banjir karena berada di tepian sungai.
Kabid Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru), Rembang Alfi Mohamadi menyebutkan penanganan jangka pendek dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan memakai alat dari DPU untuk normalisasi sungai.
“Prioritasnya sungai di sekitar SMPN 2 Lasem. Kami menunggu jadwal dari BBWS. Rencana kapan mulai jalan kita mengikuti. Itu merupakan rekom dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Alfi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Pati.
Menurutnya sungai di sekitar SMPN 2 Lasem kondisi sungai sangat dangkal, ditambah lagi posisi sekolah letaknya di bawah jalan pantura, sehingga saat hujan langganan banjir.
Selain di SMPN 2 Lasem, ada Puskesmas Lasem.
Hasil pantauan di lokasi drainasenya buntu.
Sehingga air got tidak bisa berjalan maksimal.
“Praktis saat hujan air cepat meluap dan masuk lingkungan puskesmas,”terangnya.
Selain fokus di sekolah dan puskesmas beberapa usulan muncul dari desa.
Baik berupa usulan drainase dan perbaikan jalan.
Termasuk yang di wilayah Kecamatan Rembang, seperti Gedangan dan Tireman.
Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwanti menambahkan hasil evaluasi dampak cuaca ekstrem bersama BBWS, PPK 3.2 Jateng terkait jalan nasional, PSDA, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah SMPN 2 Lasem, Camat serta beberapa kepala desa terdampak.
Membicarakan penanganan banjir jangka pendek maupun jangka panjang.
“BBWS melakukan normalisasi sungai Keris di Lasem sekitar 2 km yang melewati SMPN 2 Lasem,” tambahnya. (noe/ali/amr/izza).
Editor : Syaiful Amri