REMBANG, RADARPATI.ID – Ramai-ramai fasilitas infrastratruktur sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rembang bersolek.
Data yang masuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Bidang SD mencapai 123 kegiatan.
Mulai pembangunan hingga rehab gedung.
Infrastruktur SD menjadi konsen perbaikan.
Pemerintah tidak ingin terulang dengan kejadian-kejadian tahun sebelumnya.
Salah satunya yang pernah menjadi sorotan kala itu di SD Ngotet, Rembang dan Karas, Sedan menjadi catatan khusus.
Pengalaman membahayakan untuk dunia pendidikan.
Kala itu tidak ingin terulang Bupati
Rembang, Abdul Hafidz minta dinas cek. Termasuk bagi kepala desa, jika dirasa membahayakan segera lapor.
Hal itu disuarakan saat kegiatan Musrenbangcam.
Karena ketika itu posisi ambruk saat ada anak-anak sekolah tidak bisa dibayangkan.
Beruntungnya saat kejadian tidak digunakan pembelajaran.
”Saya minta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaharaga (Dindikpora). Dan saya minta tolong bapak dan ibu kepala desa, sekolah-sekolah yang ada di desa di cek,” instruksinya.
Jika dilapangan ditemukan sekolah yang membahayakan segera lapor.
Supaya cepat di tangani.
Jangan sampai terjadi sekolah ambruk tanpa ada kejelasan perencana.
Masalahnya demikian.
”Itu pengalaman saya yang sangat bahaya kalau tidak bisa menindaklanjuti,” perhatian.
Intruksi itu sudah ditindaklanjuti Dindikpora Rembang.
Dengan kumpulkan seluruh kepala
sekolah.
Sudah menghitung tingkat kerusakan. Sekolah sudah diajari.
Kalau perhitungan tingkat kerusakan masuk di data pokok pendidikan (dapodik).
RADARPATI.ID mengupte lewat Kabid Pembinaan SD, pada Dindikpora Rembang, Kapti Prastiyo menyampaikan penataan SD sudah berjalan sejak bulan Juli 2024.
Ada 213 kegiatan.
Pembangunan dan rehab.
Membantu proses kegiatan belajar mengajar.
”Karena kebanyakan SD bangunan sudah lama. Jadi sudah ada kerusakan-kerusakan,” katanya kepada RADARPATI.ID.
Kerusakan yang masih ada di SD pasti banyak.
SD keseluruhan di Kabupaten Rembang totalnya ada 376 .
Diprosentase kondisi baik sudah 60 persen, 40 persen ada kerusakan ringan, sedang hingga
berat.
“Tahun ini maksimal dari dana alokasi khusus (DAK),” imbuhnya.
Progresnya ada kemajuan dari tahun kemarin. Itu berdasarkan dari pengamatan konsultan
perencana. Sudah berjalan baik.
Ditambahkan Kapti terkait pembangunan dan rehab aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.
Ada beberapa fasilitas yang digunakan.
Untuk sekolah yang jumlah sedikit, satu ruang
digunakan untuk dua kelas.
”Seperti di daerah Suntri dan Kajar, Gunem. Satu ruang digunakan dua kelas. Ada juga murid banyak pinjam ke madrasah-madrasah atau fasilitas balai desa setempat,” pungkasnya. (noe)
Editor : Abdul Rochim