KOTA, RADARPATI.ID – Pembangunan pasar hewan Pamotan harus tender ulang.
Hal ini dilakukan karena tidak ditemukan pemenangan yang memenuhi kualifikasi.
Jika tak ada kendala lelang ulang akan digelar akhir pekan ini.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Rembang, M. Mahfudz menyebutkan dengan proses tender ulang otomatis akan mengurangi pelaksaan pekerjaan.
Sehingga nanti akan meminta konsultan perencana untuk estimasi waktu yang tersedia.
”Karena berkurang dari standar. Kita molor lagi ditender ulang. Itung-itungan kami estimasi kami akan tersisa waktu 65 sampai 70 hari,” katanya kepada RADARPATI.ID.
Terkait pembangunan pasar hewan direncanakan, awal tanda tangan kontrak sampai dengan pelaksaan estimasi 90 hari waktu tersedia.
Karena ada tender ulang mundur lagi.
Konsultan perencana yang akan memberikan perhitungan.
”Secara teknis pembangunan menurut penjelasan konsultan perencana. Karena kegiatan tidak saling terkait, misalnya dengan waktu 2,5 bulan setengah bisa dilaksanakan manakala penyedia melaksanakan optimalisasi penambahan pekerjanya bisa dilaksanakan dengan waktu pendek,” imbuhnya.
Pembangunan pasar hewan Pamotan dibangun tahun ini prioritas awal gedung dan tambatan hewan.
Dana yang digelontor Rp 3,5 miliar.
Optimistis jika berjalan sesuai jadwal tahun 2025 sudah bisa di manfaatkan.
Berdasarkan laman layanan pengaadaan secara elektronik (LPSE) Rembang pembangunan pasar Pamotan sudah tayang tender.
Nilai pagunyanya Rp 3.835.000.000, dengan HPS sebesar Rp 3.384.000.000 dimana akhir pendaftaran tanggal 3 September 2024. (noe/ali)
Editor : Abdul Rochim