Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Siswa SD di Rembang Keracunan setelah Makan Makaroni Telur

Abdul Rochim • Rabu, 22 Mei 2024 | 17:15 WIB
ILUSTRASI: Keracunan makaroni. (sumber cicakmeng)
ILUSTRASI: Keracunan makaroni. (sumber cicakmeng)

REMBANG, RADARPATI.ID -  Hasil laboratorium sample makroni telur yang menyebabkan puluhan anak SD Ketanggi, Rembang, sudah diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang.  

Hasil balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang, ditemukan bakteri cemaran akibat makanan kurang higiens.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Rembang, dr Ali Syofii kemarin.

Menurutnya kasus keracunan makanan anak sekolah menjadi tanggung jawab bersama untuk lembaga yang bergerak di pendidikan langsung maupun Dinkes terkait keamanan pangan.

Antisipasi dilakukan Dinkes melakukan pembinaan secara berkala.

Melakukan pembinaan yang menjajakan pangan terkait keamanan pangan sesuai standar gizi.

Memberikan penyuluhan dan edukasi terkait bagaimana bisa produksi kemudian menyanyikan menjajakan peserta didik.

“Sudah kita tindaklanjuti para pedagang yang ada di lingkup sekolah sudah diberi pembinaan puskesmas,” terangnya.

Ali menyampaikan terkait hasil lab bisa dibilang ada cemaran biologis. Ada mikroorganisme yang yang ditemukan makanan tersebut.

Mungkin proses makanan kurang sempurna sehingga makanan itu ditumbuhi mirkoorganisme.

Dari mikroorganisme yang tumbuh jika di konsumsi timbulkan keracunan. Namun tidak menenmukan bahan kimia yang berbahaya.

“Tidak mengandung bahan kimia. Hanya beberapa organisme mikrobiologi,” ujarnya.

Sebelumnya sebanyak 30 siswa di SD Ketanggi keracunan pada April lalu. 

Mereka terpaksa dilarikan ke puskesmas 2 Rembang karena keracunan setelah menyantap makroni telur yang dijual tukang jajanan keliling. (noe/ali)

Editor : Abdul Rochim
#telur #keracunan #rembang #makaroni