Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gas Melon di Rembang Langka, Harga Melonjak Sampai Rp 30 Ribu

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 21 Maret 2024 | 21:34 WIB
TATA TABUNG: Petugas menata tabung gas sebelum didistribusikan ke pangkalan. (DOK. RADAR KUDUS)
TATA TABUNG: Petugas menata tabung gas sebelum didistribusikan ke pangkalan. (DOK. RADAR KUDUS)

 


REMBANG, RADARPATI.ID - Sulitnya pasokan gas melon membuat harga melambung tinggi di tingkat bawah.

Tak tanggung-tanggung, harga LPG 3 kg sudah mencapai Rp 30 ribu. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan seharga Rp 15.500.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus melambungnya harga gas melon itu terjadi di Kecamatan Sedan.

Salah satu warga mengaku mengalami kenaikan tersebut. Kata dia, gas dengan harga mahal itu dijual di warung-warung.

Tidak hanya soal harga magal, ia juga merasa kesulitan mendapatkan barang.

"Rata di Sedan. Tidak dapat (gas 3 kilogram) di agen langganan," katanya.

Melambungnya harga gas melon itu juga dibenarkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Selain itu, ketersediaan barang juga dinilai sulit.

"Orang disuruh nunggu lima jam, tujuh jam itu mau hari ini. Disuruh nunggu sedino gelem di pangkalan. Ngenteni truk teko," katanya.

Pihaknya mengaku hanya bisa memantau harga di tingkat Pangkalan. Ia merasa kesulitan mendeteksi apabila barang sudah beredar di masyarakat.

Sebab, terkadang harga jual tersebut bisa jadi sudah berpindah dari beberapa tangan.

"Harga sampai Rp 30 ribu di desa-desa. Rp 25 ribu antre rebutan," katanya.

Ia menilai problem gas melon ini terjadi karena ketidak lancaran distribusi. Untuk itu bupati meminta agar ada kelancaran penyaluran barang.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang Mahfudz bilang, instansinya sudah turun memonitoring harga di pangkalan.

Sampai dengan kemarin ia memastikan tidak ada pangkalan di Rembang yang menjual LPG 3 kilogram jauh di atas HET Rp 15.500.

Ia terbuka menerima aduan dari masyarakat. Apabila warga menemukan adanya pangkalan yang menjual tidak sesuai HET bisa melapor.

"Harapan kami pengawasan masyarakat jalan. Jangan takut kalau melaporkan itu terus sesuk gak entuk gas. Jangan takut seperti itu," katanya. (vah/ali)

 

 

Editor : Achmad Ulil Albab
#melonjak #langka #gas 3 kg #rembang #harga