REMBANG, RADARPATI.ID - Nelayan di Kecamatan Sarang dilaporkan kerap menerima serangan ular saat melaut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang diminta memberikan edukasi bagi para nelayan agar bisa melakukan pertolongan pertama pada korban.
Keluhan ini disampaikan saat forum musyawarah rencana pembangunan (musrenbangcam) di Kecamatan Sarang kemarin (4/3).
Salah satu peserta menyampaikan, bahwa stiap tahun bisa selalu terjadi kasus nelayan yang digigit ular saat melaut.
Karena tidak mengerti teknis pertolongan pertama, peristiwa ini dikhawatirkan bisa berakibat fatal.
Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang diminta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat nelayan.
Kehadiran penyuluh diperlukan agar memberikan edukasi bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika digigit ular.
Perwakilan dari Dinlutkan yang hadir saat musrenbangcam di Kecamatan Sarang kematian juga membenarkan, bahwa memang sering dilaporkan adanya nelayan yang digigit ular.
Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) akan berkoordinasi dengan Dinlutkan untuk melaksanakan sosialisasi penanganan apabila terjadi gigitan ular.
Dari pihak puskesmas akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar masyarakat tahu persis bagaimana penanganan pertama. Rencana ini mulai ditindaklanjuti kemarin.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya meminta agar perahu-perahu menyediakan kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK).
Dinlutkan diminta memberikan instruksi khusus terkait hal ini.
"Jadi ada instruksi dari dinas supaya kapal yang melaut itu harus dilengkapi dengan penanganan pertama," katanya.
Untuk rencana sosialisasi, Hafidz meminta agar ada kerjasama antara DKK dan Dinlutkan agar masyarakat nelayan bisa teredukasi.
"Dibikin kerja sama, dinas kesehatan sama dinas perikanan," imbuhnya. (vah/ali)