Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tekan Inflasi, Pemkab Rembang Operasi Pasar 1 Ton Beras Per Hari

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 6 Februari 2024 | 23:17 WIB

 

Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras.

 


REMBANG, RADARPATI.ID - Inflasi di Rembang menjadi sorotan. Angka saat ini telah melebihi ambang batas toleransi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana mendroping 1 ton beras murah per hari sebagai langkah pengendalian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi dari tahun ke tahun terprotret 4,93 persen.

Kepala BPS Rembang Teguh Iman menjelaskan, jumlah tersebut sudah melebihi batas toleransi yang telah ditetapkan pemerintah yakni 3,5 persen.

"Rembang itu ternyata nomor 11 se-Indonesia," katanya.

Meski demikian jika dihitung per bulan Januari, terjadi deflasi 0,19 persen. Artinya dalam rentang satu bulan terakhir terjadi penurunan harga pada beberapa komoditas.

"Dari Desember 2023 ke Januari 2024 ada penurunan," katanya.

Ia berharap angka tersebut bisa terus dikendalikan agar terus bergerak turun. Sebab, tingginya inflasi bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat.


Beberapa waktu lalu, BPS sudah melaksanakan rapat bersama para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ada beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan. Pihaknya menilai, salah satu penyumbang inflasi bersumber dari komoditas beras.

Hal ini dikarenakan produksi beras di Rembang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Komoditas itu di sini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan orang Rembang," katanya.


Sekertaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menyampaikan, dalam menyikapi inflasi diperlukan identifikasi penyebab.

Setelah itu barulah dirumuskan langkah selanjutnya.

"Kalau terkait dengan harga beras yang naik, tim akan melakukan operasi pasar semaksimal mungkin sehingga harga beras terkendali," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang Mahfudz menyampaikan, pihaknya telah nerancang operasi pasar yang akan dilaksanakan pekan depan.

"Kami akan berusaha menekan inflasi dengan langkah-langkah pengendalian operasi pasar," jelasnya.


Menurutnya komoditas yang memiliki andil mempengaruhi inflasi diantaranya beras, cabai, bawang merah, rokok, dan tahu mentah.

Dindagkop berencana membuka outlet di pasar Rembang dan Lasem yang menjual beras, minyak goreng, dan komoditas lain seperti cabai dan bawang putih.

"Nanti terus kami lakukan upaya itu," katanya.


Pemkab Rembang akan bekerja sama dengan bulog untuk mensuplai kebutuhan beras. Dalam operasi pasar, masing-masing otlet akan disediakan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) sejumlah 1 ton per hari.

Harga beras tersebut lebih murah jika dibandingkan beras di pasaran yang sempat menyentuh sekitar Rp 15 ribu perkilogram. Sehingga, dengan langkah ini diharapkan kebutuhan masyarakat bisa stabil.

"Beras SPHP masih sama, di HET nya Rp 10.900," katanya. (vah/aua)

Editor : Achmad Ulil Albab
#inflasi #bulog #rembang #bps #beras #pasar #tinggi #penurunan #operasi