REMBANG, RADARPATI.ID - Mayoritas pekerja di Rembang masih belum terkover jaminan sosial ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan.
Dari potensi sekitar 240.636 orang, yang terkover belum ada 50 persen.
Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan Rembang, potensi kepesertaan tersebut tersebar diberbagai bidang lapangan kerja.
Seperti pertanian, pengolahan, konstruksi hingga lembaga keuangan.
Namun, jika melihat persentase, mayoritas masih dibawah 50 persen yang menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan.
Paling minim, adalah sektor pertanian dan kehutanan.
Dari potensi sekitar 61 ribu orang, baru 6 ribu an yang tergabung menjadi peserta.
Demikian juga di sektor perdagangan dan rumah makan yang baru 17 persen dari 65 ribuan orang.
Sementara itu, capaian yang tinggi sudah ditunjukkan di sektor Jasa Kemasyarakatan.
Dari potensi sekitar 28 ribu orang, yang sudah terkover kisaran 89 persen.
Secara keseluruhan, angka potensi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Rembang mencapai 240.639 orang, sampai bulan Desember 2023, yang sudah menjadi peserta ada 77.675 atau baru 32,28 persen.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rembang Uun Setiady mengungkapkan hal ini perlu sosialisasi dan pendekatan secara masif, agar masyarakat memahami manfaat kepesertaan.
Pihaknya akan berupaya menyosialisasikan kepada pemberi kerja dan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Biaya iuran untuk menjadi peserta cukup terjangkau. Hanya Rp 10.800 setiap bulan.
Uun mencontohkan, apabila pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan, maka ahli warisnya akan mendapatkan santunan, 48 kali besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Jika di Rembang mendapatkan sekitar Rp 96 Juta.
“Selain itu, mendapatkan beasiswa untuk dua anak, kelasnya mulai dari TK sampai kuliah," katanya.
Sampai dengan tanggal 20 Desember, jumlah klaim jaminan kecelakaan kerja sudan ada 32, dengan nominal pembayaran Rp 1,3 miliar, jaminan kematian 225 klaim dengan pembayaran Rp 5,3 m dan jaminan hari tua 6.359 klaim dengan pembayaran Rp 92,79 miliar. (vah/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab